Aksi korporasi

Bakrie Telecom Terbitkan Saham

Kompas.com - 20/04/2012, 02:41 WIB

Jakarta, Kompas - Operator telekomunikasi PT Bakrie Telecom Tbk atau BTEL memastikan rencana penerbitan saham baru senilai Rp 755 miliar. Sebagian dana hasil penerbitan bakal digunakan untuk menuntaskan rencana akuisisi atas Sampoerna Telekomunikasi Indonesia atau STI.

Demikian hasil Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa BTEL di Jakarta, Kamis (19/4). Aksi korporasi itu bakal dilakukan melalui mekanisme rights issue tanpa memesan efek terlebih dahulu (non-preemtive right issue). Perseroan nantinya akan melepas 10 persen dari total saham BTEL atau sebanyak 2,8 miliar saham dengan harga minimum Rp 265 per unit.

”Kami senang lebih dari 90 persen pemegang saham menyetujui beberapa rencana strategis, seperti yang telah kami sampaikan beberapa pekan lalu,” kata Direktur Utama Bakrie Telecom Anindya Bakrie.

Manajemen BTEL pada 13 Maret 2012 mengumumkan penandatanganan penjualan bersyarat perjanjian jual beli yang berlangsung pada 13 Maret 2012 antara BTEL dengan Sampoerna Strategic dan Polaris, yang bertindak sebagai pemegang saham STI.

Dari perjanjian tersebut, BTEL memperoleh 35 persen saham STI dengan perjanjian bahwa dalam tiga tahun ke depan akan menjadi pemegang saham mayoritas. Sebagai imbalannya, Sampoerna Strategic akan menjadi pemegang saham BTEL.

Anindya yakin, langkah yang diambil perseroan merupakan awal dari serangkaian pencapaian keuangan dan operasional yang penting yang akan diumumkan dalam tempo enam bulan mendatang.

”Seluruh rencana strategis tersebut ditujukan untuk mengembalikan kekuatan perusahaan sebagai penyedia telekomunikasi seluler CDMA terkemuka di Indonesia,” ujar Anindya.

Dana yang dialokasikan untuk membeli saham PT SNI mencapai 25 persen lainnya atau senilai Rp 198 miliar. Selain itu, dana hasil penjualan saham baru tersebut juga akan dialokasikan untuk membayar obligasi perusahaan dengan porsi 25 persen dari total dana hasil rights issue. Dana sisanya akan digunakan perseroan untuk biaya modal.

Secara teknis, keuntungan dari BTEL atas rencana akuisisi tersebut jelas. Frekuensi 6,25 MHz milik STI dalam 450 MHz band akan menambah kapasitas yang cukup untuk BTEL sehingga bisa menawarkan biaya konektivitas data mobile yang lebih rendah.

Dengan demikian, hal itu dapat meningkatkan pertumbuhan eksponensial perusahaan telah dicapai dengan seri produk Aha.

(BEN)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau