Distribusi bbm

Pertamina: PT FBM Bukan Agen Resmi

Kompas.com - 20/04/2012, 14:51 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com- PT Pertamina menegaskan bahwa PT FBM yang beralamat di Jatiasih, Bekasi tidak tercatat sebagai agen resmi Pertamina. Selain itu, agen BBM Industri & Marine juga juga tidak pernah menggunakan tangki dengan spesifikasi seperti tangki resmi Pertamina dengan dominasi putih-merah.

Demikian ditegaskan Vice President Corporate Communication PT Pertamina Mochmad Harun untuk menanggapi pemberitaan di Kompas.com yang dimuat Selasa (10/4/2012) pukul 20.19 dengan judul "Gila! Truk Tangki Justru untuk Menimbun BBM".

Dalam berita itu disebutkan, sebuah truk tangki berkapasitas 24 ton diketahui menimbun BBM bersubsidi jenis solar dari sebuah SPBU di Jalan Pangenan, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Saat digeledah, polisi mendapati 4 ton BBM bersubsidi disimpan dalam tangki.

Penangkapan terhadap truk Hino berwarna hijau itu diawali dari kecurigaan Serma Effendi, karena melihat tangki itu sangat lama mengisi BBM. Dalam penyelidikan oleh polisi kemudian diketahui bahwa BBM dari SPBU dimasukkan ke dalam tangki bahan bakar truk dan kemudian dipompa naik ke tangki yang diangkut truk itu.

Kepada polisi, sopir tangki mengaku diperintah oleh atasannya di PT FBM yang menyuplai BBM ke sejumlah perusahaan besar di kawasan Jabodetabek sebagai BBM nonsubsidi.

Terhadap pemberitaan itu, Harun menjelaskan, mekanisme pembelian BBM ke Pertamina bisa dilakukan dengan dua cara. Pembelian langsung dilakukan dengan pola penyerahan franco (hanya sampai Terminal BBMPertamina), dan transportasi dengan BBM dari terminal diurus sendiri oleh pelanggan yang bersangkutan.

Mekanisme kedua adalah dengan pembelian tidak langsung di mana pembeli membeli BBM melalui agen BBM yang membeli putus BBM tersebut dari Pertamina. "Semua agen BBM industri tercatat resmi di Pertamina dan diwajibkan mengikuti aturan yang ada termasuk brand manajemen keagenan itu sendiri," tegas Harun.

Berkait dengan itu, Harun menegaskan bahwa PT FBM tidak tercatat sebagai agen resmi Pertamina.

Dalam penjelasannya itu, Harun juga keberatan dengan pemuatan foto ilustrasi yang menyertai berita itu. Ia kemudian melampirkan foto ilustrasi yang lebih menyerupai dengan ciri-ciri truk tangki yang ditangkap itu.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau