Tawuran Bukan Tanggung Jawab Sekolah

Kompas.com - 20/04/2012, 19:21 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Pihak SMA 3 Setiabudi, Jakarta, menyatakan tidak tahu persis mengenai tawuran yang mengakibatkan dua siswanya terluka serius. Perkelahian itu di luar tanggung jawab sekolah karena terjadi setelah kegiatan sekolah.

Sikap sekolah itu disampaikan Kepala SMA 3 Setiabudi Edi Sumarto di Jakarta, Jumat (20/4/2012). Tawuran yang dimaksud terjadi pada Kamis pukul 20.00 di sekitar Taman Mataram, Jalan Pattimura, Jakarta Selatan. Adapun aktivitas SMA 3 Setiabudi berakhir pukul 13.00 ketika siswa telah menyelesaikan ujian.

Menurut Edi, siswa sempat berkerumun di depan area sekolah. Lalu, pihak sekolah mengumpulkan para siswa di area dalam sekolah dan kemudian membubarkannya.

"Proses selanjutnya kami serahkan kepada kepolisian. Semoga mereka yang menjadi korban lekas sembuh sehingga dapat mengikuti seleksi masuk ke perguruan tinggi," katanya.

Siswa yang menjadi korban perkelahian itu adalah Guntur (17) dan Harza Saparta (17). Keduanya menjalani perawatan di RS Pusat Pertamina, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Kepolisian Sektor Kebayoran Baru yang menangani perkara itu belum dapat memeriksa kedua korban karena kondisinya tidak memungkinkan. Mereka merupakan saksi penting peristiwa ini.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau