ADELAIDE, KOMPAS.com - Masyarakat Indonesia di Adelaide kembali berpesta makanan dan dihibur dengan seni tradisional ketika berkumpul memperingati hari Kartini di Goodwood Community Center hari Minggu (21/4/2012) siang.
Di Sydney, Dewan Masyarakat Indonesia merayakan hari Harmoni di malam hari, hari yang dirayakan juga oleh masyarakat Australia lainnya guna menunjukkan beragamnya kebudayaan Australia tapi tetap saling memperkaya.
Di Adelaide, masyarakat Indonesia di awal April baru saja menyaksikan Indofest yang dihadiri sekitar 15 ribu pengunjung. Menurut salah seorang penyelenggara hari Kartini, Rini Budiyanti, di tahun-tahun lalu karena adanya Indofest, maka hari Kartini tidak diselenggarakan.
"Tahun ini, kita berinisiatif menyelenggarakan guna merayakannya. Ini kesempatan bagi masyarakat untuk berkumpul." kata Rini kepada koresponden Kompas di Australia, L. Sastra Wijaya.
Penyelenggaraan berlangsung sukses di mana di dalam gedung yang bisa memuat sekitar 1000 orang tersebut penuh dengan stand yang menjual berbagai makanan tradisional Indonesia, sementara di panggung ditampilkan berbagai seni pertunjukkan, seperti reog maupun tari-tarian dari berbagai daerah.
Sementara itu, di Sydney, masyarakat Indonesia memfokuskan diri pada Harmony Day, hari yang ditetapkan oleh PBB guna merayakan perbedaan budaya di dunia tetapi tidak saling mengecilkan peran yang lain.
"Jadi pada dasarnya Harmony day adalah merayakan perbedaan perbedaan kebudayaan kita sendiri dan masyarakat masyarakat lain dimana kita bisa menjadi satu didalam 1 konser pergelaran kebudayaan. Juga memberi semangat kepada orang lain terlepas dari latar belakang untuk berpatispasi didalam kegiatan budaya, menambah pergertian dan akhirnya bisa mendapat atau memberi inspirasi terhadap satu dan yang lain." kata ketua panitia Ani Rajakgukguk Blenkinsopp.
Karena bertepatan dengan hari Kartini, dalam salah satu acaranya, Asosiasi Perempuan Indonesia Australia menampilkan peragaan busana tradisional dari berbagai negara. Juga tampil dalam acara ini kelompok masyarakat lain dari Turki, Thailand dan Korea Selatan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang