Industri sepatu

Valentino Asli Tangerang

Kompas.com - 22/04/2012, 02:02 WIB

Anda mungkin pernah melihat sepatu bermerek Andre Valentino ketika berjalan-jalan di pusat belanja. Kalau menduga produk ini adalah merek luar negeri, Anda salah besar. Meski namanya berbau Italia, Andre Valentino adalah produk asli Indonesia.

Amati sepatunya. Akan terlihat label di bagian dalam sepatu bertuliskan ”Made in Indonesia”.

Andre Valentino memang tak langsung dikenal di Indonesia. Perintis bisnis ini, yaitu Aulia Singgih, memilih menjajal terlebih dulu pasar Singapura di tahun 1993 karena ingin menjawab tantangan pasar yang menuntut dan menghargai kualitas. Pasar Singapura ketika itu dipersepsikan lebih mudah menyerap sepatu berkualitas meski berkonsekuensi pada harga yang tak murah. Apalagi, di Singapura, Andre Valentino dipasarkan di pusat belanja papan atas.

Setelah mengukuhkan posisi di negara tetangga, barulah Andre Valentino memasuki pasar dalam negeri melalui toko serba ada kelas atas yang mulai bermunculan di Jakarta pada tahun 1997.

”Ketika masuk Indonesia, banyak konsumen bertanya, produk Indonesia kok mahal. Kami sempat khawatir penjualan akan turun. Ternyata, belakangan malah selalu naik. Enggak melonjak memang, tetapi stabil terus naik,” kata Marga Singgih, General Manager PT Cipta Sumber Sejahtera, perusahaan yang memproduksi Andre Valentino.

Kini, dengan produksi 7.500 pasang per bulan, sebanyak 50 persen di antaranya diekspor ke Malaysia, Vietnam, Korea Selatan, dan Jepang.

Jadi, siapa bilang produk Indonesia tak berkualitas? (iya/day)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau