Pemberian Bonus Ditolak

Kompas.com - 23/04/2012, 03:28 WIB

LONDON, Minggu - Manajemen perbankan global semakin mendapat tekanan dari pemegang saham institusi agar tidak terlalu royal dalam memberikan bonus kepada para eksekutif. Krisis global membuat kinerja keuangan perbankan tidak terlalu baik.

Setelah selama bertahun-tahun melihat kucuran bonus dalam jumlah besar dan kenaikan gaji melampaui pertumbuhan laba perbankan. Karena itu, investor menyerukan perlu diadakan perubahan.

”Kadang kala menjadi pemegang saham perbankan bukan merupakan pengalaman yang menarik, hal ini akan terus terjadi karena tampaknya tidak ada perubahan yang cepat,” demikian pernyataan salah satu perusahaan manajer investasi yang menjadi pemegang dalam daftar pemilik 25 teratas pada bank HSBC, Barclays, Lloyds, dan RBS di London, Minggu (22/4).

Investor mengatakan, perusahaannya akan menentang laporan pemberian remunerasi dalam semua rapat umum pemegang saham (RUPS) yang akan dilakukan dalam waktu dekat ini.

Kemarahan pemegang saham ini sangat jelas tampak pada saat mereka menolak rencana pemberian bonus kepada petinggi bank AS, Citigroup. Pemegang saham pada RUPS Citigroup, akhir pekan lalu, menolak mentah-mentah rencana pemberian bonus untuk CEO Vikram Pandit dan empat eksekutif lainnya. Menurut mereka, jajaran direksi gagal memperbaiki kinerja bank itu dalam beberapa tahun belakangan ini.

”Isu ini tampaknya akan berkembang dan merupakan perwujudan kemarahan pemegang saham dari sejumlah tempat di Eropa dan AS,” ujar Richard J Hunter dari Hargreaves Lansdown Stockbrokers.

Pemegang saham tidak setuju dengan rencana kompensasi untuk lima eksekutif tingkat atas Citigroup. Termasuk paket kompensasi untuk Pandit sebesar 14,9 juta dollar AS hanya untuk tahun 2011. Sepanjang tahun 2010, Pandit mendapatkan gaji sebesar 1 dollar AS saja.

Pandit terus berada dalam tekanan. Saham Citigroup tetap berada di bawah 40 dollar AS sejak Agustus lalu. Padahal, sebelum krisis finansial 2007, saham Citigroup selalu berada di atas 500 dollar AS per unit.

Hal serupa terjadi pada pemegang saham Barclays. Di London, mereka melakukan ”revolusi” terhadap rencana pemberian bonus tahunan kepada CEO-nya, Bob Diamond, sebesar 4,3 miliar dollar AS.

Diamond dan Direktur Keuangan Grup Chris Lucas akhirnya sepakat, pada pekan lalu, tidak menerima separuh dari bonus saham mereka untuk tahun 2011 jika tidak dapat memenuhi target-target keuangan tertentu dalam tiga tahun ke depan.

”Perkembangan terakhir dari Barclays merupakan bukti bahwa remunerasi akan semakin terkait dengan keuntungan seluruh grup,” ujar Hunter lagi. Kinerja keuangan Barclays jauh di bawah harapan investor.

Berontak

Pemberontakan pemegang saham terhadap kompensasi bagi eksekutifnya semakin intensif pada awal April lalu. Hal itu terjadi ketika investor institusi besar, yaitu Pensions & Investment Research Consultants (Pirc), menyatakan bahwa Diamond sama sekali tidak layak mendapat bonus sepeser pun.

Mei depan, bank yang akan melakukan RUPS adalah HSBC, Lloyds, RBS, dan Standard Chartered. Tahun lalu, ada 8,1 persen pemegang saham Lloyds yang menolak soal pemberian bonus, sementara 10 persen abstain. Setelah ditambah dengan saham pemerintah, total 40 persen pemegang saham menolak pemberian bonus.

Sementara pada rapat umum pemegang, 22 persen pemegang saham HSBC menolak tentang bonus, sementara 21 persen pemegang saham Standard Chartered melakukan hal serupa.

Bahkan, bank besar pun kesulitan memberikan laba yang memuaskan bagi pemegang saham, terkait makin ketatnya aturan perbankan serta kondisi perekonomian yang kurang baik. Biaya harus dipangkas dengan lebih banyak lagi, demikian permintaan investor.

Perbankan terus berupaya memangkas biaya, merampingkan unit yang tidak menguntungkan, khususnya bank investasi, agar dapat beradaptasi dengan perubahan peraturan dan perlu memiliki modal lebih banyak lagi.

Akan tetapi, beberapa investor mengatakan tanpa pengurangan biaya secara besar-besaran, laba yang diberikan kepada investor tidak akan cukup untuk membuat investor tetap menanamkan modalnya.

”Dengan perubahan bisnis model seperti ini, kami yakin remunerasi perbankan akan disesuaikan bertahap sehingga lebih mencerminkan keuntungan yang lebih rendah dan volatilitas,” ujar George Dallas, Direktur Tata Kelola Perusahaan pada F&C. (Reuters/AFP/joe)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau