JAKARTA, KOMPAS.com - Pekan ini kurs rupiah diperkirakan bergerak dengan kecenderungan konsolidasi hingga melemah. Indikasi ketidakpastian yang kembali mengental, seiring pesimisme pasar atas pemulihan ekonomi global, potensi lebih menguntungkan posisi dollar AS.
Demikian catatan dari analis BNI Unit Treasury yang dikeluarkan di Jakarta, Senin (23/4/2012).
Apalagi data dari AS yaitu order barang berjangka panjang dan produk domestik bruto kuartal ini diestimasi lebih buruk dibandingkan rilis sebelumnya. Perkiraan order barang jangka panjang AS untuk Maret turun ke level -1,5 persen dibandingkan dengan 2,4 persen.
Data ini akan dirilis pada Rabu (25/4/2012), sementara data PDB kuartalan diperkirakan turun menjadi 2,5 persen dari sebelumnya 3,0 persen.
Kondisi ini diperparah dengan kekawatiran investor pada problem utang negara-negara kawasan zona euro, yang mulai menjalar ke negara dengan perekonomian lebih besar.
Tak hanya Spanyol dan Italia, Perancis pun disinyalir akan terlilit persoalan utang. Bahkan, isu pemangkasan negara dengan perekonomian kedua terbesar di zona euro tersebut, sudah muncul ke permukaan. Akibatnya, kurs rupiah berpeluang kian tertekan. Partisipan pasar bakal cenderung mengkoleksi safe-haven currencies, khususnya dollar AS, demi mengamankan portofolionya.
Namun solidnya fundamental ekonomi Indonesia, serta daya tarik tingginya imbal hasil yang potensi diterima investor, mengisyaratkan dukungan untuk mata uang rupiah.
Apalagi jika penyelenggaraan lelang surat berharga syariah negara bertarget Rp 1 triliun pada (24/4/2012) mendatang, direspon positif oleh pasar.
Di sisi lain, naik-turunnya berita seputar kebijakan penetapan harga bahan bakar minyak bersubsidi di dalam negeri oleh pemerintah Indonesia, masih akan menjadi perhatian. Terutama, dengan semakin dekatnya rilis data inflasi Indonesia berikutnya, yakni pada 1 Mei mendatang.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang