Kurs Rupiah Dibayangi Pesimisme Pemulihan Ekonomi Global

Kompas.com - 23/04/2012, 07:51 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Pekan ini kurs rupiah diperkirakan bergerak dengan kecenderungan konsolidasi hingga melemah. Indikasi ketidakpastian yang kembali mengental, seiring pesimisme pasar atas pemulihan ekonomi global, potensi lebih menguntungkan posisi dollar AS.

Demikian catatan dari analis BNI Unit Treasury yang dikeluarkan di Jakarta, Senin (23/4/2012).

Apalagi data dari AS yaitu order barang berjangka panjang dan produk domestik bruto kuartal ini diestimasi lebih buruk dibandingkan rilis sebelumnya. Perkiraan order barang jangka panjang AS untuk Maret turun ke level -1,5 persen dibandingkan dengan 2,4 persen.

Data ini akan dirilis pada Rabu (25/4/2012), sementara data PDB kuartalan diperkirakan turun menjadi 2,5 persen dari sebelumnya 3,0 persen.

Kondisi ini diperparah dengan kekawatiran investor pada problem utang negara-negara kawasan zona euro, yang mulai menjalar ke negara dengan perekonomian lebih besar.

Tak hanya Spanyol dan Italia, Perancis pun disinyalir akan terlilit persoalan utang. Bahkan, isu pemangkasan negara dengan perekonomian kedua terbesar di zona euro tersebut, sudah muncul ke permukaan. Akibatnya, kurs rupiah berpeluang kian tertekan. Partisipan pasar bakal cenderung mengkoleksi safe-haven currencies, khususnya dollar AS, demi mengamankan portofolionya.

Namun solidnya fundamental ekonomi Indonesia, serta daya tarik tingginya imbal hasil yang potensi diterima investor, mengisyaratkan dukungan untuk mata uang rupiah.

Apalagi jika penyelenggaraan lelang surat berharga syariah negara bertarget Rp 1 triliun pada (24/4/2012) mendatang, direspon positif oleh pasar.

Di sisi lain, naik-turunnya berita seputar kebijakan penetapan harga bahan bakar minyak bersubsidi di dalam negeri oleh pemerintah Indonesia, masih akan menjadi perhatian. Terutama, dengan semakin dekatnya rilis data inflasi Indonesia berikutnya, yakni pada 1 Mei mendatang.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau