Segera Tunjuk Wamen ESDM Sekelas Widjajono

Kompas.com - 23/04/2012, 10:08 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Presiden Susilo Bambang Yudhoyono diminta segera menunjuk Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral yang baru untuk menggantikan almarhum Widjajono Partowidagdo. Orang yang ditunjuk nantinya diharapkan memiliki kualitas seperti Widjajono.

Hal itu dikatakan dua anggota Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat, Dewi Aryani dan Sutan Bhatoegana, secara terpisah, Senin (23/4/2012).

Dewi mengatakan, penunjukan wamen baru perlu segera dilakukan lantaran beban kerja Kementerian ESDM sangat berat. Menurut dia, ketika masih ada Widjajono saja Kementerian ESDM masih kewalahan mengurusi masalah energi, terutama ketika menghadapi polemik bahan bakar minyak bersubsidi. Apalagi jika tanpa adanya wakil menteri (wamen).

"Harus dicari yang kompetensinya sekelas wamen lama karena, kalau tidak, beban kerja akan semakin tidak tertangani. Kalau wamen barunya nanti enggak paham energi, bisa runyam," kata Dewi.

Sutan mengatakan, penunjukan wamen yang berkualitas diperlukan agar reformasi di bidang migas segera selesai. Salah satunya yakni konversi BBM ke gas serta program nasional hemat energi.

Dewi menambahkan, untuk sementara ini, Menteri ESDM Jero Wacik harus menggantikan tugas yang selama ini dilakukan Widjajono, yakni menjelaskan kebijakan energi ke publik.

"Menteri sekarang (Jero Wacik) yang harus turun gunung, ikut menjadi media darling soal apa pun di Kementerian ESDM," pungkas Dewi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau