BPK Audit, Proyek di DPR Dihentikan

Kompas.com - 23/04/2012, 12:31 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Berbagai proyek pembangunan fasilitas milik Dewan Perwakilan Rakyat dihentikan sementara. Pasalnya, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) tengah melakukan audit penggunaan anggaran di Sekretariat Jenderal DPR.

"Sama BPK dievaluasi anggaran 2012. Tapi yang sifatnya rutin tetap jalan, enggak bisa dihentikan," kata Jaka Winarko, Humas Setjen DPR ketika dihubungi, Senin (23/4/2012).

Beberapa proyek Setjen DPR yang dihentikan seperti pembangunan di Kompleks Rumah Jabatan Anggota (RJA), renovasi toilet di Komplek DPR, pengadaan papan LCD ucapan selamat datang berukuran 3 x 4 meter di halaman depan Gedung Kompleks Parlemen Senayan.

BPK melakukan audit pascakasus renovasi ruang Badan Anggaran atau Banggar DPR yang menelan biaya hingga Rp 20,3 miliar. Pengadaan kursi untuk menggantikan kursi mewah yang telah dikeluarkan pihak Setjen DPR juga terpaksa dihentikan.

Jaka mengatakan, informasi yang diterima audit BPK telah rampung sehingga proyek bisa kembali dilanjutkan. "Sudah selesai kok. Kan enggak bisa lama-lama dihentikan," ucap dia.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau