Bapak Linux Raih "Nobel"-nya Dunia TI

Kompas.com - 23/04/2012, 17:22 WIB

KOMPAS.com — Linus Torvalds, pencetus sistem operasi open source Linux, terpilih sebagai salah satu dari dua penerima "Millenium Technology Prize".

Penghargaan yang diberikan setiap dua tahun sekali ini merupakan penghargaan terbesar di dunia dalam bidang teknologi. "Millenium Technology Prize" bisa disebut sebagai hadiah "Nobel"-nya dunia teknologi.

Penghargaan yang diberikan kepada tokoh teknologi tersebut telah dimulai sejak tahun 2004.

Tahun ini yang terpilih adalah Torvalds berkat penciptaan dan kontribusinya yang berkelanjutan bagi sistem operasi berbasis "kode terbuka".

"Linux telah menjadi basis dari smartphone Android, tablet, televisi digital, dan superkomputer di seluruh dunia," ungkap dewan juri yang berasal dari Akademi Teknologi Finlandia, yang menyelenggarakan penghargaan ini.

Apa yang dilakukan Bapak Linux ini sesuai dengan persyaratan dari Akademi Teknologi Finlandia, yakni "inovasi teknologi yang secara signifikan memperbaiki kehidupan manusia, hari ini, dan di masa depan".

"Hari ini, jutaan orang telah menggunakan Linux sebagai perangkat untuk bekerja atau untuk kehidupan sosial yang lebih mudah," tambah dewan juri.

Torvalds akan menerima Millenium Technology Prize pada 13 Juni 2012 di Helsinki, Finlandia. Selain Torvalds, penerima penghargaan lainnya adalah Dr Shinya Yamanaka dari Jepang, yang sedang melakukan penelitian stem cell.

Sekilas tentang Linus Torvalds

Linus Benedict Torvalds (atau yang lebih dikenal dengan Linus Torvalds) lahir di Helsinki, Finlandia, 28 Desember 1969.

Sepanjang kariernya di dunia teknologi, Torvalds terkenal sebagai insinyur perangkat lunak dan hacker. Inovasinya yang paling terkenal adalah Linux Kernel.

Awalnya, Torvalds ingin menamakan proyeknya dengan nama Freax (kombinasi dari "free", freak", dan X dari sistem operasi Unix). Namun, sahabatnya Ari Lemmke, yang menjadi administrator FTP server yang mengurusi hosting Kernel, memberi nama proyek itu Linux.

Tahun 2006, sekitar dua persen dari kernel Linux dirancang oleh Torvalds sendiri. Karena terdapat ribuan orang yang berkontribusi dalam proyek Linux Kernel, maka persentase ini bisa disebut terhitung cukup besar.

Torvalds pernah menyatakan pada awal tahun 2012 bahwa kontribusi pribadinya sangat kecil dan Linux merupakan penggabungan kode yang ditulis oleh orang lain.

Namun, Torvalds tetap dianggap sebagai pemegang otoritas tertinggi untuk memasukkan kode ke dalam Linux Kernel Standar.

Kini, Torvalds merupakan pemegang merek dagang "Linux" dan merupakan pemilik dari Linux Mark Institute. Torvalds juga memiliki 35 paten dunia sejak Maret 2011.

Sebelum memenangkan Millenium Tehnology Prize yang bisa disebut sebagai Nobel dalam bidang teknologi, Torvalds telah beberapa kali menerima penghargaan, yakni:

  1.  Tahun 1998, meraih Lovelace Medal dalam EFF Pioneer Award dari British Computer Society.
  2.  Tahun 2000, merupakan urutan 17 dari 100 Most Important People of The Century Poll (Majalah Time).
  3.  Tahun 2001, mendapatkan Takeda Award untuk Social/Economic Well-being.
  4.  Tahun 2004, menjadi salah satu dari "Most Influential People" versi Majalah Time.
  5.  Tahun 2005, menerima Vollum Award dari Reed College.
  6.  Tahun 2006, Majalah Eropa memberinya gelar "salah satu pahlawan revolusioner dalam 60 tahun terakhir".
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau