Futsal

Israqul: Indonesia Kurang Jam Terbang

Kompas.com - 23/04/2012, 20:10 WIB

BANGKOK, KOMPAS.com - Pelatih tim nasional futsal Indonesia, Israqul Issa, mengakui timnya kalah jam terbang saat ditekuk Thailand pada laga terakhir babak penyisihan Grup B Piala Futsal AFF 2012 di Thonburi Stadium, Bangkok, Senin (23/4/2012).

Dalam turnamen ini, Indonesia sebetulnya telah lolos ke babak semifinal. Prestasi ini cukup membanggakan karena Indonesia lebih banyak diperkuat pemain-pemain U-21. Sayangnya, Indonesia gagal menjaga tren kemenangan saat melawan Thailand. Indonesia hanya mampu membuat satu gol lewat aksi Nur Ali setelah diberondong enam gol oleh tim "Negeri Gajah Putih".

"Tadi ada empat pemain senior yang tampil (Ade Lesmana, Randyas, Nur Ali, Bayu). Pemain yang U-21 baru merasakan jam terbang melawan Thailand yang merupakan pemain dunia. Pemain asli U-21-nya nge-drop. Kembali, ini masalah jam terbang," jelas Israqul.

Kekalahan ini menempatkan Indonesia sebagai runner-up grup. Di babak semifinal, Indonesia akan melawan Vietnam pada 25 April mendatang. Vietnam menjadi juara Grup A setelah sukses mengalahkan Malaysia dengan skor 7-2.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau