Perbankan

Bank Mandiri Lepas Obligasi

Kompas.com - 24/04/2012, 03:55 WIB

Jakarta, Kompas - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk masih memegang obligasi rekapitalisasi sebesar Rp 78 triliun. Bank yang 60 persen sahamnya dimiliki pemerintah itu berharap dapat segera melepas obligasi rekapitalisasi tersebut.

Direktur Strategi dan Keuangan Bank Mandiri Pahala N Mansury berharap dalam 6-9 bulan mendatang sudah melakukan langkah untuk melepas obligasi itu. ”Nantinya dana yang diperoleh dari penjualan obligasi rekapitalisasi itu akan masuk ke dalam neraca. Memang tidak mendorong rasio kecukupan modal, tetapi bisa menambah dana yang bisa kami gunakan,” kata Pahala seusai jumpa pers di kantor Bank Mandiri, Jakarta, Senin (23/4).

Dalam jumpa pers, Direktur Utama Bank Mandiri Zulkifli Zaini menyebutkan, dengan imbal hasil yang semakin turun, obligasi rekapitalisasi itu dapat menurunkan kinerja bank pada waktu mendatang. Ia mencontohkan, deposito untuk membiayai obligasi rekapitalisasi memberikan suku bunga 6 persen. Namun, surat perbendaharaan negara memberikan imbal hasil 3 persen.

”Ada rentang imbal hasil negatif sebesar 3 persen. Oleh karena itu, kami akan menurunkan level recap bonds,” kata Zulkifli.

 Ada tiga cara yang akan ditempuh, yaitu menjual obligasi rekapitalisasi ke pasar, menjual kepada Bank Indonesia sebagai instrumen moneter, dan mengupayakan Kementerian Keuangan membeli kembali (buy-back) obligasi rekapitalisasi itu.

”Dana tunai yang diperoleh bisa disalurkan untuk kredit,” ujar Zulkifli menambahkan.

Saat ini ada Rp 54 triliun yang tersedia untuk dijual. Namun, Pahala mengakui, untuk merealisasikan rencana tersebut, Bank Mandiri masih harus berbicara dengan BI dan Kemenkeu.

”Kami juga upayakan untuk melepas ke pasar, sendiri atau digabung dengan jenis aset lain yang dijual,” ujar Pahala.

Obligasi rekapitalisasi berawal dari krisis tahun 1998. Saat itu, pemerintah melakukan penyertaan berupa obligasi rekapitalisasi pada bank-bank yang dinilai memenuhi persyaratan. (idr)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau