UN SMP Lancar

Kompas.com - 24/04/2012, 07:18 WIB

Jakarta, KOMPAS.com — Ujian nasional yang diikuti sekitar 3,7 juta siswa SMP dilaporkan dari sejumlah daerah berjalan lancar. Belum ada laporan resmi kasus kecurangan dan kebocoran soal.

Di Medan, Padang, Makassar, Banjarmasin, Semarang, Jember, Brebes, dan sejumlah daerah lain dilaporkan, distribusi soal dan pelaksanaan ujian nasional (UN) berjalan lancar.

Penilaian ini pun disampaikan Inspektur Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Haryono Umar dalam evaluasi UN SMP dan sederajat, Senin (23/4), di Jakarta.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh mengatakan, kesadaran masyarakat terhadap pentingnya UN makin meningkat. Ditambah berbagai variasi soal, kemungkinan terjadi kebocoran soal semakin sulit.

Secara terpisah, Indonesia Corruption Watch (ICW) mengimbau orangtua siswa, guru, dan siapa pun yang melihat terjadi kebocoran soal melapor ke ICW. ”Tidak perlu khawatir akan mendapat serangan balik karena akan dilindungi,” kata peneliti senior ICW, Febri Henri, pada pemutaran film dokumenter kecurangan UN tahun lalu di Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), Jakarta.

Ketua LPSK Abdul Haris Semendawai berjanji akan melindungi pelapor yang mengalami kekerasan atau perbuatan yang mengarah ke tindak pidana.

Di Padang, Jember, Brebes, serta Surakarta terdapat siswa yang mengikuti UN di ruang tahanan karena terlibat kasus pidana.

Di Banjarmasin terdapat kasus soal kosong untuk dua nomor pada mata pelajaran Bahasa Indonesia sehingga soal tersebut dianggap tidak ada.

Di Yogyakarta, peserta UN yang tunanetra menyesalkan tak tersedianya soal UN dalam huruf braille sehingga saat mereka mengerjakan soal, soal harus dibacakan pihak lain. (TIM KOMPAS)

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau