Sarkozy Minta Dukungan Sayap Kanan

Kompas.com - 24/04/2012, 09:53 WIB

Presiden Perancis Nicolas Sarkozy meminta dukungan pendukung kelompok sayap kanan, setelah pesaing terberatnya kandidat presiden dari kubu sosialis, Francois Hollande menang di putaran pertama pemilu presiden Perancis.

Sarkozy membutuhkan sedikitnya 18 persen suara dari pendukung setia kandidat presiden dari sayap kanan, Marie Le Pen, untuk memenangkan pemungutan suara pada putaran kedua, bulan depan.

Hasil penghitungan akhir putaran pertama menunjukkan Francois Hollande meraih suara terbanyak yaitu 28, 6 persen, kemudian disusul Sarkozy yang meraup 27,1 persen, serta suara terbanyak ketiga diraih secara mengejutkan politisi sayap kanan, Marie Le Pen dengan 18 persen suara.

Kekalahan Sarkozy di putaran pertama ini merupakan kali pertama dalam sejarah Perancis ketika seorang presiden mencalonkan kembali.

Sarkozy, yang berkuasa sejak 2007, mengatakan dia memahami 'kekecewaan yang dirasakan rakyat Perancis' dalam dunia yang bergerak cepat saat ini.

Kepada pendukung sayap kanan, Sarkozy mengatakan, persoalan imigran merupakan keputusan bersama negara-negara Eropa.

Marie Le Pen ,yang juga Ketua Front Nasional Anti Imigrasi itu, memperoleh suara jauh dari yang diraih ayah sekaligus pendahulunya Jean-Marie Le Pen pada 2002 lalu.

Sebelumnya Le Pen menyerukan agar para pendukungnya memberikan suara untuk Hollande pada putaran kedua.

Jika Sarkozy gagal

Dengan situasi ini, para pengamat memprediksi Hollande akan dengan mudah memenangkan pemungutan suara putaran kedua.

Wartawan BBC di Paris Chris Morris mengatakan jika Sarkozy tidak bisa mengubah pendapat sebagian besar rakyat, maka dia akan menjadi presiden incumbent pertama yang kalah saat mencalonkan diri kembali sejak kekalahan Valery Giscard d'Estaing 1981.

Berbagai masalah ekonomi sepert gaji, uang pensiun, pajak dan angka pengangguran menjadi kekecewaan utama rakyat terhadap pemerintah Perancis.

Presiden Sarkozy pernah menjanjikan akan mereduksi defisit anggaran Perancis yang sangat besar dan mengenakan pajak bagi warga Perancis yang tinggal di luar negeri karena enggan membayar pajak dalam negeri.

Sepanjang masa kampanye, Hollande berulang kali mengkritik kebijakan ekonomi yang diambil Sarkozy.

Hollande menjanjikan untuk menaikkan pajak atas perusahaan-perusahaan besar dan warga yang berpenghasilan di atas satu juta euro per tahun.

Dia juga berjanji akan meningkatkan upah minimum, mengangkat 60.000 guru baru dan mengurangi usia pensiun dari 62 ke 60 tahun untuk beberapa sektor.

Jika terpilih maka Hollande akan menjadi presiden sayap kiri pertama sejak Francois Mitterand.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau