Gubernur Kalteng: BPH Migas Tidak Adil

Kompas.com - 25/04/2012, 13:42 WIB

PALANGKARAYA, KOMPAS.com - Gubernur Kalimantan Tengah Agustin Teras Narang menilai Badan Pengatur Hilir (BPH) Minyak dan Gas Bumi (Migas) tidak adil. Penilaian itu disebabkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalteng yang meminta tambahan kuota bahan bakar minyak (BBM) tetapi BPH Migas malah menguranginya.

Teras di Palangkaraya, Kalteng, Rabu (25/4/2012), mengatakan, kuota berkurang banyak sementara permintaan BBM luar biasa besar. "Pada satu sisi, kami diminta menjaga keamanan tapi kuota yang berkurang justru membuat suasana rawan konflik karena antrean pembeli BBM saat ini sudah sangat panjang," ujarnya.

Kuota premium untuk Kalteng pada tahun 2012 sebesar 263.784 kiloliter (kl). Jumlah itu turun dibandingkan 2011 sebesar 271.895 kl. Pengurangan kuota sangat signifikan sehingga tak memberikan suasana yang aman dan tertib. "Suplai yang tak mencukupi bisa menimbulkan konflik," tuturnya.

Kuota yang dinilai tak memadai dirisaukan membuat suplai BBM di Kalteng pada Oktober hingga Desember nanti amat menipis, bahkan bisa habis. Rakyat Kalteng dibuat menderita. Saya menganggap, BPH Migas tak adil. Sudah tiga kali Pemprov Kalteng minta tambahan kuota tapi tak direspons, ujarnya.

Terakhir, surat dikirim pada awal Maret 2012. Pemprov Kalteng meminta kuota BBM pada tahun 2012 sebesar 314.778 kl premium. Bukannya ditambah, kuota premium untuk Kalteng justru dikurangi. Karena itu, Teras sudah meminta Sekretaris Daerah (Sekda) Kalteng Siun Jarias menanyakan pengurangan kuota itu.

"Sekda akan memimpin tim teknis yang menanyakan pengurangan kuota kepada BPH Migas dan menyampaikan hasil pertemuan itu kepada saya pada Jumat mendatang," kata Teras. 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau