Paris, Rabu -
Sebuah jajak pendapat memperlihatkan sepertiga pendukung Sarkozy menginginkannya melepas kebijakan lalu dan membuat aliansi dengan Front setelah 17,9 persen suara yang didapat Le Pen hari Minggu membuat 6,4 juta pendukungnya menjadi faktor kunci pada putaran kedua tanggal 6 Mei.
Sarkozy yang konservatif mendapatkan 27,2 persen suara, dan bersama François Hollande dari kubu sosialis yang mendapatkan 28,6 persen suara akan maju ke putaran kedua. Mereka berupaya memperoleh suara ekstrem kanan itu tanpa membuat marah pendukung tradisional mereka.
Sarkozy mengatakan hari Rabu bahwa mendengarkan para pendukung Le Pen tidak berarti dia bisa membayangkan menteri-menteri ekstrem kanan dalam sebuah pemerintah yang dipimpin konservatif.
”Tidak akan ada pakta dengan Front Nasional,” katanya kepada radio France Info, dengan mengatakan ada terlalu banyak isu di mana kedua partai itu tidak sepakat untuk membayangkan memberi jabatan kabinet pada partai ekstrem kanan itu.
”Kami perlu bicara pada 18 persen yang memilih Marine Le Pen,” kata Sarkozy. ”Saya tidak menganggap 18 persen ini sebagai orang dengan gagasan-gagasan ekstrem kanan. Hollande mengatakan, ’Mereka salah’. Saya tidak menganggap ketika orang membicarakan itu adalah salah.”
”Tapi saya tidak ingin menteri dari Front Nasional. Saya tidak pernah menginginkan itu. Delapanbelas persen yang memilih Front Nasional bukan milik saya, tetapi adalah tugas saya berbicara kepada mereka,” katanya.
Perancis mengadakan pemilu parlemen pada bulan Juni dan Le Pen, yang partainya tidak memiliki kursi pada parlemen yang akan habis masa jabatannya, berharap memanfaatkan lonjakan dalam suara yang memilihnya dalam pemilu presiden.
Hollande mengatakan kepada televisi France 2 dia tidak akan membuat kesepakatan dengan pihak ekstrem kanan, tetapi dia ingin memperlihatkan dia mengerti kekhawatiran dan kemarahan para pemilih mengenai ditutupnya pabrik-pabrik.
Kandidat Sosialis itu, yang unggul 10 poin atas Sarkozy dalam jajak pendapat mengenai putaran kedua, mengatakan, kalau terpilih dia akan mencoba mencegah serangkaian pemutusan hubungan kerja industri yang menurutnya telah sengaja ditunda sampai setelah pemilu.(Reuters/AFP/DI)