Perairan Cilacap Lumpuh

Kompas.com - 26/04/2012, 05:51 WIB

CILACAP, KOMPAS - Ratusan nelayan yang menaiki 35 perahu berukuran sedang, Rabu (25/4), memblokade jalur utama lalu lintas perairan lepas pantai Cilacap. Nelayan memprotes karena stok bahan bakar minyak untuk nelayan habis sejak empat hari terakhir.

Akibat aksi ini, aktivitas dua tanker di perairan dangkal Cilacap terhambat dan baru pulih pada Rabu sore.

Blokade dilakukan para nelayan dengan memarkir kapal mereka dan melempar jangkar di dekat pintu Dermaga PT Pertamina Refinery Unit IV Cilacap yang juga terhubung dengan Pelabuhan Tanjung Intan, Cilacap. Aksi tersebut dilakukan selama tiga jam sejak pukul 10.00 sehingga lalu lintas keluar dan masuk Dermaga Pertamina dan Pelabuhan Tanjung Intan lumpuh.

Nelayan memblokade jalur di dekat Areal 70 yang bersebelahan dengan Pantai Teluk Penyu.

Perahu-perahu berukuran panjang 7 meter dan lebar sekitar 1,5 meter itu diparkir berjajar sehingga melumpuhkan lalu lintas keluar dan masuk Dermaga Pertamina serta Pelabuhan Tanjung Intan.

Petugas Patroli Kesatuan Pengamanan Laut dan Pantai Administratur Pelabuhan Cilacap Kasirin menyebutkan, setidaknya dua aktivitas tanker terhambat. Tanker Maharani, pengangkut bahan bakar elpiji, sedianya pukul 10.00 masuk gerbang Areal 70 untuk menuju Dermaga Lomanis di Areal 60. ”Karena jalur diblokade, kapal terpaksa buang sauh di sebelah utara areal buoy (tempat sandar) titik tiga,” ujar Kasirin.

Tanker Asian Oil yang sedianya juga hendak memuat minyak tertahan di Areal 60 karena tidak bisa keluar areal dermaga. Aksi blokade selesai pukul 13.00 setelah ada kepastian penambahan stok solar.

Ketua Kelompok Nelayan Pelabuhan Perikanan Samudra Cilacap Sri Gito yang memimpin aksi blokade jalur tanker menyatakan, aksi itu mereka lakukan sebagai protes akibat tidak tersedianya BBM jenis solar. Nelayan membutuhkan solar karena saat ini masuk musim panen ikan.

Alokasi ditambah

Asisten Manajer External Relation Pemasaran BBM Retail Region IV Jawa Tengah-DI Yogyakarta Heppy Wulansari saat dikonfirmasi mengatakan, untuk meredam aksi nelayan, Pertamina untuk sementara menambah alokasi BBM nelayan di Cilacap sebesar 150 kiloliter. ”Hari Rabu siang sudah kami realisasikan 48 kiloliter dan sisanya kami harapkan dapat mencukupi sampai akhir April 2012. Namun, yang perlu dicatat, tambahan alokasi ini ditarik dari alokasi bulan-bulan berikutnya,” ungkap Heppy.

Menurut dia, alokasi solar untuk Stasiun Pengisian Bahan Bakar Bunker Minarahardja, Cilacap, yang dikelola KUD Mino Saroyo tahun 2012 sudah ditetapkan 8.529 kiloliter. (GRE)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau