CILACAP, KOMPAS - Ratusan nelayan yang menaiki 35 perahu berukuran sedang, Rabu (25/4), memblokade jalur utama lalu lintas perairan lepas pantai Cilacap. Nelayan memprotes karena stok bahan bakar minyak untuk nelayan habis sejak empat hari terakhir.
Blokade dilakukan para nelayan dengan memarkir kapal mereka dan melempar jangkar di dekat pintu Dermaga PT Pertamina Refinery Unit IV Cilacap yang juga terhubung dengan Pelabuhan Tanjung Intan, Cilacap. Aksi tersebut dilakukan selama tiga jam sejak pukul 10.00 sehingga lalu lintas keluar dan masuk Dermaga Pertamina dan Pelabuhan Tanjung Intan lumpuh.
Perahu-perahu berukuran panjang 7 meter dan lebar sekitar 1,5 meter itu diparkir berjajar sehingga melumpuhkan lalu lintas keluar dan masuk Dermaga Pertamina serta Pelabuhan Tanjung Intan.
Petugas Patroli Kesatuan Pengamanan Laut dan Pantai Administratur Pelabuhan Cilacap Kasirin menyebutkan, setidaknya dua aktivitas tanker terhambat. Tanker Maharani, pengangkut bahan bakar elpiji, sedianya pukul 10.00 masuk gerbang Areal 70 untuk menuju Dermaga Lomanis di Areal 60. ”Karena jalur diblokade, kapal terpaksa buang sauh di sebelah utara areal buoy (tempat sandar) titik tiga,” ujar Kasirin.
Tanker Asian Oil yang sedianya juga hendak memuat minyak tertahan di Areal 60 karena tidak bisa keluar areal dermaga. Aksi blokade selesai pukul 13.00 setelah ada kepastian penambahan stok solar.
Ketua Kelompok Nelayan Pelabuhan Perikanan Samudra Cilacap Sri Gito yang memimpin aksi blokade jalur tanker menyatakan, aksi itu mereka lakukan sebagai protes akibat tidak tersedianya BBM jenis solar. Nelayan membutuhkan solar karena saat ini masuk musim panen ikan.
Asisten Manajer External Relation Pemasaran BBM Retail Region IV Jawa Tengah-DI Yogyakarta Heppy Wulansari saat dikonfirmasi mengatakan, untuk meredam aksi nelayan, Pertamina untuk sementara menambah alokasi BBM nelayan di Cilacap sebesar 150 kiloliter. ”Hari Rabu siang sudah kami realisasikan 48 kiloliter dan sisanya kami harapkan dapat mencukupi sampai akhir April 2012. Namun, yang perlu dicatat, tambahan alokasi ini ditarik dari alokasi bulan-bulan berikutnya,” ungkap Heppy.
Menurut dia, alokasi solar untuk Stasiun Pengisian Bahan Bakar Bunker Minarahardja, Cilacap, yang dikelola KUD Mino Saroyo tahun 2012 sudah ditetapkan 8.529 kiloliter. (GRE)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang