Ariel Bius Narapidana

Kompas.com - 26/04/2012, 17:34 WIB

BANDUNG, KOMPAS.com - Ariel alias Nazriel Irham, belum kehilangan kemampuannya untuk memikat pendengarnya. Hal itu dibuktikan saat dia menyanyikan lagu ciptaannya sendiri, Dara.

Hal itu itu berlangsung di tengah penampilannya di depan peserta Pekan Olahraga dan Seni antar-Narapidana se-Jawa Barat 2012, di Lembaga Pemasyarakatan. Dalam sesi tersebut, dia membawakan tiga buah lagu.

Ariel mengawali dengan lagu Superman yang dipopulerkan band Five for Fighting. Lagu berikutnya berjudul Dara, serta Menghapus Jejakmu.

Namun penampilan yang paling berkesan justru terlihat di lagu kedua. Seluruh penonton diam dengan pandangan yang tertuju kepada panggung. Ariel tampil didampingi dua orang yang memainkan instrumen saksofon serta gitar.

Sebelum bernyanyi, Ariel berkisah soal kisah di balik terciptanya lagu Dara. Liriknya muncul seminggu setelah dia masuk Rumah Tahanan Kebonwaru, Bandung.

"Terkadang bukan kita saja yang sakit saat terpisah seperti ini. Keluarga dan orang kita kasihi juga menderita," katanya, disambut tepukan tangan peserta.

Usai membawakan lagu, dia langsung meninggalkan panggung, masuk ke mobil berwarna hitam yang membawanya pergi dari Lapas Sukamiskin.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau