Flu Burung, 242 Unggas di Denpasar Dimusnahkan

Kompas.com - 26/04/2012, 20:28 WIB

DENPASAR, KOMPAS.com - Kasus flu burung di Bali terus meluas. Setelah 2 hari lalu seorang bocah 8 tahun asal Bangli meninggal akibat mengidap flu burung, maka Kamis (26/4/2012) ini sebanyak 242 unggas yang positif flu burung di Pasar Burung Satria, Denpasar dimusnahkan Dinas Peternakan Provinsi Bali.

"Pemusnahan unggas terbatas itu kami lakukan setelah petugas yang melakukan penyemprotan menemukan dua ekor ayam di pasar tersebut yang mati dan setelah di tes ternyata hasilnya positif terserang flu burung," ujar Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bali, I Putu Sumantra, usai pemusnahan.

Kasus flu burung ini berawal dari ditemukannya 3 ayam mati mendadak di Banjar Samping Buni, Pemecutan Klod, Denpasar, Senin lalu. Setelah dilakukan rapid tes, ketiga ayam tersebut positif flu burung.

Wiranata pemilik ayam tersebut memberi tahu petugas Disnak bahwa ia membeli ayam di pasar Satria hari Minggu (22/4/2014) lalu. Petugas Disnak kemudian melakukan pengendalian virus H5N1 dengan penyemprotan disinfektan di Pasar Unggas Satria.

Di sela-sela penyemrpotan ini Tim dari Disnak menemukan dua bangkai ayam jago yang telah membusuk. Setelah dites menunjukkan positif flu burung, petugas langsung mengambil kebijakan untuk memusnahkan 242 unggas yang terdiri dari 231 ayam dan 11 bebek di sekitar lokasi penemuan ayam mati tersebut. Terkait ganti rugi kepada pedagang yang unggasnya dimusnahkan Disnak Provinsi Bali menyerahkan hal tersebut kepada Disnak Kota Denpasar.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau