Wali Kota Malang Setuju Mobil 1.500 Cc Pakai Pertamax

Kompas.com - 26/04/2012, 20:57 WIB

MALANG, KOMPAS.com - Wali Kota Malang, Peni Suparto, sangat mendukung rencana pemerintah agar mobil dengan kapasitas mesin 1.500 cc ke atas harus menggunakan BBM non subsidi atau Pertamax yang saat ini harganya mencapai Rp 10.000 per liter. "Kota Malang akan taat dan patuh terhadap aturan apa pun yang ditetapkan pemerintah. Kalau hal itu memang yang terbaik dan sudah menjadi keputusan atau aturan dari pemerintah pusat, maka kita harus mematuhinya," tegas Peni saat ditemui wartawan di Balaikota Malang, Kamis (26/4/2012).

Peraturan pemerintah pusat tersebut kata Peni, jelas untuk mengurangi jumlah subsidi BBM jenis premium bagi masyarakat golongan menengah ke bawah. "Setiap peraturan pemerintah pusat harus dilaksanakan daerah," kata Peni yang ikut demo saat kader PDIP Kota Malang, melakukan demo menolak kenaikan harga BBM beberapa waktu lalu.

Peni menambahkan, pihaknya berharap, agar apa yang menjadi keputusan pemerintah pusat itu, bisa membawa dampak positif kepada rakyat Indonesia, khususnya masyarakat Kota Malang. "Yang penting tak menyengsarakan rakyat kami dukung," tegasnya.

Selain itu, kalau pemerintah pusat sudah menetapkan, maka warga Kota Malang harus menerimanya. "Saya hanya ingin Kota Malang kondusif," katanya.

Ketika peraturan pemerintah tentang penggunaan Pertamax bagi kendaraan diatas 1500 cc itu ditetapkan, semua pihak tentunya harus bisa menyadari serta menjalankan peraturan itu sebaik mungkin. "Karena kebijakan pemerintah itu juga untuk rakyat," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau