Usai UN, Pelajar SMP Ikut Pesta Miras

Kompas.com - 27/04/2012, 15:19 WIB

SOLO.KOMPAS.com - SK (15) hanya bisa tertunduk malu saat diperiksa oleh petugas Polsek Banjarsari, Solo, Jumat (27/4/2012). SK yang baru saja menyelesaikan Ujian Nasional, tertangkap petugas saat berpesta minuman keras (miras) jenis ciu bersama tiga orang temannya.

Saat itu SK dan teman temannya tertangkap dengan barang bukti ciu sebanyak satu botol mineral ukuran 1,5 liter. SK mengaku diajak temannya untuk minum. Dia mau saja karena sudah tidak menjalani ujian lagi. 

"Saya hanya ditawari minum ciu oleh teman dan ikut nongkrong. Ini baru pertama kali minum," katanya.

Saat ditanya tentang UN yang baru dijalaninya, SK mengaku merasa mampu mengerjakan semua soal. Meskipun begitu dia belum tahu apakah bakal lulus atau tidak.

"Alhamdulillah, benar jawabnya dan semoga lulus" katanya.

SK ditangkap bersama 11 pemuda dan satu penjual miras yang terjaring razia penyakit masyarakat oleh jajaran Polsek Banjarsari, Solo, Kamis (26/4/2012) malam.

Total petugas mengamankan 26 botol ciu berukuran besar dan 16 botol kecil serta sebuah toples berisi bayi kijang yang sudah direndam dengan alkohol. Menurut para penggila alkohol yang tertangkap tersebut, air bayi kijang bisa meningkatkan vitalitas dan stamina pria.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau