2011

Pendapatan Garuda Indonesia Rp 27,2 Triliun

Kompas.com - 27/04/2012, 16:02 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Maskapai Badan Usaha Milik Negara Garuda Indonesia mencatat pendapatan Rp 27,2 triliun pada tahun 2011. Pendapatan tersebut masih disokong sebagian besar dari penerbangan berjadwal.

"Tahun 2011, 83 persen dari pendapatan penerbangan masih dari penerbangan berjadwal, 8 persen dari penerbangan tidak berjadwal dan 9 persen lain-lain," sebut Direktur Utama Garuda Indonesia, Emirsyah Satar, dalam konferensi pers, di Jakarta, Jumat (27/4/2012).

Pendapatan tersebut, kata Emirsyah, dicapai dengan mengangkut 17,1 juta penumpang dan 229 ribu ton kargo. Pengangkutan penumpang dan kargo dilayani dengan 87 armada pesawat yang umur rata-ratanya yakni 6,5 tahun.

Sepanjang 2007-2011, kata Emirsyah, pendapatan operasional meningkat rata-rata tiap tahun 18 persen. Dengan catatan pendapatan tersebut maka laba usaha Garuda Indonesia pada tahun 2011 pun mencapai Rp 1,012 triliun. "Dengan laba bersih meningkat menjadi Rp 809 miliar atau 56,2 persen, dan laba komprehensif menjadi Rp 859 miliar atau meningkat 285,5 persen," pungkas Emirsyah.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau