Semua Mobil Dinas di Sumenep Pakai Pertamax

Kompas.com - 27/04/2012, 21:11 WIB

SUMENEP, KOMPAS.com - Menjelang pemberlakukan pembatasan penggunaan bahan bakar minya (BBM) bersubsidi, Pemerintah Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, menggagas lebih awal agar mobil dinas segera beralih kepada BBM jenis Pertamax, sebagai ganti premium yang sudah dimanfaatkan saat ini.

Syaiful Bahri, Kepala Bagian Perekonimian Sekretariat Daerah Kabupaten Sumenep menjelaskan, usulan pengalihan pemanfaatan Premium ke Pertamax khusus mobil dinas di Sumenep sudah dikirim ke Bupati Sumenep, A. Busyro Karim.

"Dalam waktu dekat, jika surat usulan itu sudah ada tanggapan akan segera diberlakukan," terangnya, Jumat (27/4/2012).

Langkah itu kata Syaiful, memang digagas lebih awal di Madura. Semangatnya tidak lain untuk penghematan pemanfaatan subsidi BBM.

"Setelah kami kaji, subsidi negara terhadap BBM cukup besar, namun yang memanfaatkan selama ini di antaranya adalah aparat pemerintah," kilahnya.

Namun demikian, dalam surat usulan tersebut tidak semua mobil dinas akan dialihkan menggunakan premium. "Khusus untuk kendaraan dinas dengan kapasitas mesin 1.300 CC ke atas, dan buatan tahun 2005 yang akan dialihkan. Sementara yang tidak termasuk kategori tersebut kita usulkan tetap tidak ada peralihan BBM," imbuhnya.

Dalam waktu dekat, pihaknya bersama Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset (DPPKA) dan seluruh jajaran Satuan Kerja di Pemkab Sumenep, akan melakukan pendatan mobil dinas yang akan dialihkan pengunaannya bahar bakarnya. Sebab, hal itu berkaitan dengan biaya operasional yang akan digunakan dalam APBD.

"Pertengahan tahun ini biaya operasional mobil dinas tersebut akan dilakukan perubahan dalam APBD tahun 2012, paska pengalihan premium ke Pertamax," ujarnya.

Khusus untuk Bupati sendiri, semua kendaraan dinasnya sejak awal sudah menggunakan BBM jenis Pertamax walaupun anggaran perjalanan dinasnya di APBD menggunakan Premium.

Bahkan dalam seminggu sekali, Bupati Busyro Karim datang ke kantornya dengan mengendarai becak pulang-pergi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau