SURABAYA, KOMPAS.com - Ratusan buruh dari berbagai daerah di Jatim menggelar unjuk rasa mendesak pemerintah menghapus praktik outsourcing di Jatim, Jumat (27/4/2012).
Unjuk rasa tersebut adalah aksi pemanasan menjelang aksi turun jalan besar-besaran pada peringatan hari buruh 1 Mei 2012 mendatang.
Ratusan massa buruh yang tergabung dalam FSPMI, Garda Metal, Srikandi Metal, dan ABM Jatim ini menggelar unjuk rasa di depan Gedung Negara Grahadi Surabaya.
Mereka memakan hampir separuh Jalan Gubernur Suryo dan sempat memacetkan arus lalu lintas di jalan setempat.
Koordinator aksi, Chamim Tohari mengatakan, penghapusan outsorcing memang menjadi tuntutan utama pada aksi buruh memperingati hari buruh sedunia, Selasa (1/5/2012) pekan depan.
"Sekitar 90 persen buruh di wilayah industri Jatim seperti di Surabaya, Gresik, Sidoarjo, dan Pasuruan masih menggunakan kontrak outsourcing," katanya.
Informasi yang dihimpun dari Polda Jatim, pada 1 Mei mendatang, sekitar 79.450 buruh dari 17 elemen akan turun jalan di sejumlah daerah di Jatim.
Tiga daerah dengan jumlah massa terbesar yakni di Surabaya dengan 25 ribu orang dalam 4 elemen, Gresik dengan 20 ribu orang dalam 3 elemen, dan Pasuruan dengan 20 ribu orang dalam 3 elemen.
Elemen buruh tersebut antara lain Forum Komunikasi Pekerja Antar Kebun, Serikat Buruh Migran, karyawan PT Play Wood Indo, Sarbumusi, SPSI, SPN, karyawan PT MBM, dan aliansi buruh se-Jawa Timur.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang