Ical: Saya Tinggal Ditetapkan sebagai Capres

Kompas.com - 27/04/2012, 22:43 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Peluang tokoh Partai Golkar (PG) lainnya selain Ketua Umum PG Aburizal Bakrie alias Ical untuk maju sebagai calon presiden di Pemilu 2014 ditutup rapat. Rapat pimpinan nasional khusus (rapimnasus) PG hanya akan menetapkan Ical sebagai capres dari PG.

Ical mengatakan, DPP PG sepakat untuk menggelar rapimnasus pada Juni 2012. Sebelumnya dijadwalkan Juli 2012. Agenda rapimnasus itu, kata Ical, akan meneruskan hasil rapimnas II yakni menetapkan dirinya sebagai capres.

"Capres sudah diputuskan dalam Rapimnas II. Jadi, jadwal Rapimnas berikutnya itu tinggal menetapkan dan mengukuhkan Aburizal Bakrie sebagai Capres dari Partai Golkar. Jadi tidak bisa menyimpang dari itu," kata Ical seusai rapat pengurus DPP PG di Kantor DPP PG, Jumat (27/4/2012) malam.

Ical mengatakan, para pengurus DPP maupun dewan pertimbangan dianggap melanggar aturan dan akan dikenakan sanksi jika tidak melaksanakan hasil rapimnas II. Untuk itu, kata dia, semua pengurus harus tunduk pada keputusan rapimnas II itu.

Ketika disinggung bahwa hal itu menutup peluang tokoh lain, Ical mengembalikan pada rapimnas II yang tak membahas calon lain. "Jadi sayang sekali tidak ada sama sekali calon lain yang dibicarakan untuk menjadi capres selain saya," ucap mantan Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat itu.

Wakil Sekretaris Jenderal PG Nurul Arifin mengatakan, rapimnasus Juli 2012 akan disahkan dalam rapat pleno awal Mei 2012. Agenda rapat pleno lainnya yakni penetapan tim pemenangan Ical dalam pilpres dan penetapan mekanisme pemilihan calon wakil presiden dari PG.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau