FRANKFURT, Jumat -
Perusahaan riset pasar, GfK, melaporkan indeks kepercayaan konsumen, Jumat, di Frankfurt. Hasil survei terbaru itu menunjukkan ada penurunan indeks kepercayaan konsumen pada Mei mendatang menjadi 5,6 poin dari hasil survei pada April yang sebesar 5,8 poin. Pada bulan-bulan sebelumnya, indeks kepercayaan konsumen terus menurun.
”Sentimen konsumen di Jerman pada April lalu beragam,” demikan penyataan GfK. ”Sementara itu, rumah tangga lebih optimistis mengenai prospek perekonomian secara keseluruhan. Perkiraan pendapatan sedikit turun dan kecenderungan untuk membeli turun terus,” lanjut GfK.
Indeks kepercayaan konsumen ini dikumpulkan berdasarkan jajak pendapat dari 2.000 rumah tangga yang ditanya mengenai harapan mereka mengenai pendapatan dan perekonomian secara keseluruhan dalam beberapa bulan ke depan. Selain itu, ada pula pertanyaan mengenai keinginan mereka membelanjakan uang.
”Harga bahan bakar di pompa bensin di Jerman terus naik dan memecahkan rekor demi rekor. Hal ini langsung berdampak pada konsumen,” ujar GfK.
”Kekhawatiran atas inflasi semakin besar. Para konsumen memandang daya beli semakin menurun karena harus mengeluarkan uang lebih banyak untuk kebutuhan energi, khususnya bensin,” demikian antara lain kesimpulan yang diambil oleh GfK.
”Hal itu berarti bahwa uang sisa yang dapat dibelanjakan menjadi lebih sedikit. Mereka tidak dapat lagi menyisihkan uang lebih banyak untuk membeli barang lain.”
Pada pekan lalu, indeks iklim bisnis ”Ifo” naik untuk keenam kali. Indeks ini sudah naik enam kali berturut-turut pada April
Saat ini, di Jerman harga bensin jenis reguler beroktan 91 sebesar 1,665 euro atau sekitar Rp 20.000 per liter. Sementara itu, harga solar 1,492 euro atau sekitar Rp 18.000 per liter.(AFP/joe)