Daya beli

Harga BBM Tekan Daya Beli Konsumen Jerman

Kompas.com - 28/04/2012, 03:38 WIB

FRANKFURT, Jumat - Indeks kepercayaan konsumen di Jerman terkikis oleh tingginya harga bahan bakar minyak. Padahal, selama ini Jerman dianggap sebagai negara yang tidak terpengaruh krisis Eropa. Demikian hasil survei yang diumumkan pada Jumat (27/4).

Perusahaan riset pasar, GfK, melaporkan indeks kepercayaan konsumen, Jumat, di Frankfurt. Hasil survei terbaru itu menunjukkan ada penurunan indeks kepercayaan konsumen pada Mei mendatang menjadi 5,6 poin dari hasil survei pada April yang sebesar 5,8 poin. Pada bulan-bulan sebelumnya, indeks kepercayaan konsumen terus menurun.

”Sentimen konsumen di Jerman pada April lalu beragam,” demikan penyataan GfK. ”Sementara itu, rumah tangga lebih optimistis mengenai prospek perekonomian secara keseluruhan. Perkiraan pendapatan sedikit turun dan kecenderungan untuk membeli turun terus,” lanjut GfK.

Rekor demi rekor

Indeks kepercayaan konsumen ini dikumpulkan berdasarkan jajak pendapat dari 2.000 rumah tangga yang ditanya mengenai harapan mereka mengenai pendapatan dan perekonomian secara keseluruhan dalam beberapa bulan ke depan. Selain itu, ada pula pertanyaan mengenai keinginan mereka membelanjakan uang.

”Harga bahan bakar di pompa bensin di Jerman terus naik dan memecahkan rekor demi rekor. Hal ini langsung berdampak pada konsumen,” ujar GfK.

”Kekhawatiran atas inflasi semakin besar. Para konsumen memandang daya beli semakin menurun karena harus mengeluarkan uang lebih banyak untuk kebutuhan energi, khususnya bensin,” demikian antara lain kesimpulan yang diambil oleh GfK.

”Hal itu berarti bahwa uang sisa yang dapat dibelanjakan menjadi lebih sedikit. Mereka tidak dapat lagi menyisihkan uang lebih banyak untuk membeli barang lain.”

Pada pekan lalu, indeks iklim bisnis ”Ifo” naik untuk keenam kali. Indeks ini sudah naik enam kali berturut-turut pada April lalu. Kenaikan ini menunjukkan bahwa negara dengan besaran ekonomi terkuat di Eropa itu memiliki daya tahan cukup tinggi terhadap terpaan krisis utang.

Saat ini, di Jerman harga bensin jenis reguler beroktan 91 sebesar 1,665 euro atau sekitar Rp 20.000 per liter. Sementara itu, harga solar 1,492 euro atau sekitar Rp 18.000 per liter.(AFP/joe)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau