Dahlan Iskan: Saya Doakan Anda Cepat-cepat Ketipu!

Kompas.com - 28/04/2012, 16:24 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan mendoakan para pengunjung Kompas Karier Fair (KKF) 2012 agar merasakan kegagalan lebih cepat. Kegagalan, menurut Dahlan Iskan, lebih baik dirasakan di waktu usia masih muda.

"Saya doakan Anda gagal dulu dan saya harapkan Anda tidak menyerah," kata Dahlan dalam sesi talk show di acara KKF 2012 bertajuk "Career Engagement" di Balai Kartini, Jakarta, Sabtu (28/4/2012).

Dahlan menyebutkan, seseorang lebih baik gagal lebih cepat ketimbang gagal saat usianya tua. Di usia muda, menurut dia, kegagalan tidak begitu menyakitkan. Tetapi, sambung dia, kegagalan tidak lantas menyurutkan semangat untuk kembali bangkit dan berusaha.

"Gagal ketika masih kecil sakitnya tidak banyak, yang penting cepat bangkit," tegas Dahlan.

Lalu, Dahlan pun mendoakan para pengunjung talk show agar cepat-cepat tertipu dan gagal. Tetapi, seperti halnya kegagalan yang pernah ia alami, pengunjung KKF pun diharapkan cepat bersikap setelah ditipu.

"Saya doakan Anda cepat-cepat ketipu dan cepat bersikap setelah ditipu nanti," pungkas Dahlan.

Dahlan merupakan salah satu pembicara dalam sesi talk show yang berlangsung sejak Jumat (27/4/2012) kemarin. Ajang tahunan KKF memang tidak hanya menghadirkan ribuan lowongan kerja, tetapi juga diskusi seputar karier berisi cerita-cerita menarik dan pengalaman sukses para jedi atau profesional yang telah sukses di bidangnya masing-masing. Di hari terakhir penyelenggaraannya ini, KKF akan berakhir pukul 17.00 WIB nanti.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau