Keluarga Hilang Kontak dengan TKW di Malaysia

Kompas.com - 28/04/2012, 22:13 WIB

KARAWANG, KOMPAS.com - Seorang keluarga tenaga kerja wanita asal Kabupaten Karawang, Jawa Barat, yang salah seorang anggota keluarganya bekerja di Malaysia, hilang kontak sejak sembilan tahun terakhir.

Tenaga kerja wanita asal Dusun Tanjungjaya, Desa Muara, Kecamatan Cilamaya Wetan, Karawang, yang hilang kontak dengan keluarganya itu ialah Siti Nurhaifah.  "Sejak berangkat kerja di Malaysia, sembilan tahun lalu sampai sekarang, Siti belum ada kabar, baik dari Siti sendiri maupun dari PJTKI (Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia) yang memberangkatkan Siti," kata ayah Siti, Riswan, di Karawang, Minggu.
     
Ia mengaku khawatir dengan Siti, karena pihak keluarga tidak pernah tahu keberadaan dan nasib anak kandungnya itu, sejak berangkat menjadi tenaga kerja wanita (TKW) ke Malaysia sekitar sembilan tahun lalu.

"Saya sangat berharap menerima kabar terkait keberadaan dan nasib Siti. Setelah ada pemberitaan penembakan terhadap TKW (tenaga kerjawa wanita) asal Nusa Tenggara Barat, kami keluarga sangat khawatir dengan nasib Siti," katanya.

Siti sendiri berangkat menjadi TKW ke Malaysia saat berusia 13 tahun pada Juli 2003. Pihak keluarga sendiri tidak mengetahui PJTKI yang memberangkatkan Siti.

Ibu kandung Siti, Kesih, mengaku sejak beberapa tahun lalu pihaknya selalu menunggu kedatangan Siti. Berbagai upaya sudah dilakukan pihak keluarga, dengan menanyakan keberadaan Siti kepada sponsor (orang utusan PJTKI yang memberangkatkan Siti).  Tetapi, hingga kini pihak keluarga tetap tidak tahu keberadaan Siti.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau