Mau Merasakan Terapi Lumba-lumba?

Kompas.com - 29/04/2012, 07:55 WIB

KENDAL, KOMPAS.com - Datang saja ke Obyek Wisata Wersut Seguni Indonesia (WSI) di pantai Cahaya Desa Sedang Sikucing, Kecamatan Rowosari, Kendal Jawa Tengah, kalau Anda bingung menentukan liburan di akhir pekan ini. Dari Kendal, jaraknya hanya sekitar 20 kilometer. Sedang jarak Kendal - Semarang, kalau Anda datang dari Semarang sekitar 30 kilometer.

Di tempat wisata ini, selain bisa menikmati pemandangan laut dengan matahari tenggelam atau terbitnya, Anda juga bisa menyewa perahu dayung untuk menikmati indahnya air laut, sambil memancing. Tidak cuma itu, di Sendang Sikucing ini, juga ada permainan lumba-lumba. Lumba-lumba ini juga bisa untuk terapi penderita autis, stroke, dan gangguan kehamilan. Sebab sudah ada beberapa pengunjung yang membuktikannya.

Di obyek wisata Pantai Cahaya ada 13 ekor lumba-lumba. Tiga lumba-lumba, dua betina dan satu lagi jantan, digunakan untuk terapi kesehatan. Sedang lainnya untuk hiburan dengan cara atraksi. Terapi dengan menggunakan lumba-lumba ini diyakini baru ada di tiga tempat, yakni Jakarta, Bali, dan Kendal.

Untuk melindungi privasi pasien, hanya pasien tersebut yang diperbolehkan masuk ke kolam lumba-lumba. Untuk terapi menggunakan lumba-lumba ini, tidaklah rumit. Pasien diajak bermain-main dengan lumba-lumba terlebih dahulu. Setelah akrab dan pasien merasa nyaman, lalu pasien diberi pijatan atau ciuman lumba-lumba di badan atau tubuh lainnya. Hal ini dilakukan selama kurang lebih satu jam.

Pasien yang melakukan terapi, biasanya merasakan ada perubahan, setelah diterapi dengan lumba-lumba hingga tujuh kali. Khusus untuk terapi wanita hamil muda yang sering mual, muntah, susah makan, kepala pusing dan susah tidur, ada empat langkah yang harus dilakukan. Pertama wanita yang sedang hamil masuk ke dalam kolam yang sudah berisi lumba-lumba. Di kolam renang itu wanita hamil diajak bermain dengan lumba-lumba agar tubuh dan pikirannya menjadi rilek dan segar. Setelah beberapa saat bermain dengan lumba-lumba, terapi selanjutnya dimulai dari kaki. Pasalnya kaki merupakan pusat syarat untuk memperbaiki pencernaan.

Selain bisa menikmati pemandangan laut dan terapi lumba-lumba, di Sendang Sikucing juga ada kebun binatang mini dan kolam renang untuk keluarga. Nah, kenapa tidak datang saja ke Sendang Sikucing.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau