Tiga Prinsip Makan Sehat buat Ibu Hamil

Kompas.com - 29/04/2012, 08:21 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Kehamilan merupakan kado terindah yang diberikan Sang Pencinta oleh setiap perempuan di dunia. Pemberian ini tentu harus dijaga dengan benar agar dapat melahirkan generasi yang berkualitas.

Menjalankan pola hidup sehat serta dukungan asupan makanan yang bergizi dan seimbang merupakan salah satu kunci yang harus diperhatikan oleh setiap ibu hamil.

dr. Inge Permadhi, MS, SpGK ahli gizi klinik dari Universitas Indonesia menjelaskan, prinsip pola makan yang sehat dengan menu seimbang selama kehamilan tidak hanya membuat ibu hamil fit dan sehat tapi juga penting untuk perkembangan janin dalam kandungan.

"Prinsipnya, pola makan sehat harus mencakup 3 J (jumlah, jadwal, dan jenis)," katanya, saat acara talk show "Exercise & Nutrition During Pregnancy. Slim Mother and Healthy Baby" di Brawijaya Women & Children Hospital, Sabtu (28/4/2012).

Berikut ini adalah 3 (tiga) prinsip pola makan sehat dengan menu seimbang selama kehamilan seperti diutarakan oleh dr. Inge:

Jumlah

Pada ibu hamil, jumlah makanan yang masuk harus sesuai dengan energi yang keluar. Inge menerangkan, untuk menyeimbangkan antara energi yang masuk dan keluar, ibu harus tetap beraktivitas dan menyusui. Kenapa harus beraktivitas? Karena ibu hamil dengan obesitas, lanjut Inge, sangat rentan mengalami berbagai masalah kondisi kesehatan seperti pengerasan pembuluh darah, perlemakan hati, diabetes, sleep apnea (menyebabkan kematian mendadak) dan nyeri lutut.

"Ini semua bisa terjadi kalau ibu gemuk. Kegemukan adalah penyakit. Oleh karena itu ketika melahirkan dan selesai melahirkan para ibu wajib perhatikan pola makan," jelasnya.

Pascamelahirkan, ibu juga harus memberikan ASI. "Besarnya menyusui sekitar 750 cc, sehingga pada waktu ibu menyusui, jumlah asupan makanan yang harus dipenuhi sekitar 100-1.700 kalori," katanya.

Jadwal

Berdasarkan jadwal, pola makan ibu saat hamil dan menyusui setidaknya harus mencukupi 3 kali makan besar dan 2 kali makan ringan. Inge menegaskan, selama masih menyusui tidak ada yang namanaya skip makan. "Yang harus dikurangi adalah jumlah kalori, tetapi harus tetap cukup memenuhi kebutuhan menyusui," ucapnya.

Setelah melewati masa 6 bulan masa menyusui, si ibu baru boleh melakukan diet, tapi tetap tidak dianjurkan untuk melewatkan waktu makan pagi, siang, dan malam.

Jenis

Makanlah dengan komposisi zat gizi seimbang dengan jenis yang bervariasi. Saat Anda makan nasi, maka pasangannya harus protein (hewani dan nabati). Hindari konsumsi gorengan semasa kehamilan. Bagaimaana dengan buah dan sayur? Buah dan sayur harus mendapatkan porsi paling banyak sekitar 25-30 gram satu hari. Untuk dapat memenuhi asupan buah dan sayur 30 gram seharinya, setiap makan pagi, siang, dan malam harus dilengkapi dengan buah dan sayur, begitu pula ketika makan ringan.

Inge menambahkan, selain memperbanyak asupan buah dan sayuran, ibu hamil juga membutuhkan asupan cairan yang cukup. Hal ini untuk mengatur konstipasi, suhu tubuh, membangun sel darah merh bayi, mengatu sistem sirkulasi dan cairan ketuban. "Kurang lebih 13 gelas air per hari," tambahnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau