Mayat terbakar

6 Orang Dilaporkan Hilang

Kompas.com - 29/04/2012, 20:39 WIB

BOJONEGORO, KOMPAS.com - Penemuan mayat dengan kondisi hangus terbakar di Lapangan Cross, Jalan Veteran, Bojonegoro, 16 April lalu terungkap. Korban diketahui bernama Siti Aisyah, warga Dusun Mejayan, Desa Ngringinrejo, Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro.

Ia dibunuh pacarnya sendiri Yahya Habibullah (21), warga Sarirejo, Kecamatan Balen Kabupaten Bojonegoro, karena hamil dua bulan. Korban diberi minuman yang diberi serbuk kapur, lalu dibakar setelah meninggal.

Orang tua korban, Sumadi dan Sriati, saudaranya Siti Maryam, serta sepupunya Tri Fika Wahyuningsih, dan Menik Nurhalimah telah dipanggil Kepolisian Resor Bojonegoro. Mereka sudah meyakini, perempuan yang dibunuh dan dibakar di Lapangan Cross adalah Siti, setelah polisi menunjukkan sejumlah bukti.

Sumadi meminta pelaku, YH (21) dihukum berat kalau perlu dihukum mati. YH telah menghamili, membunuh Siti dengan racun, lalu membakar mayatnya. Saat ditemukan, tinggal tengkorak dan kerangka tubuh bagian atas korban yang tersisa.

Selain itu, polisi memanggil sejumlah warga yang melaporkan kehilangan anggota keluarga yang belum ditemukan hingga kini. Kepala Kepolisian Resor Bojonegoro, Ajun Komisaris Besar Rakhmad Setyadi, Minggu (29/4/2012), menyatakan, polisi akan membantu mencari korban yang dilaporkan hilang.

"Saat ini masih ada enam keluarga lagi yang melaporkan kehilangan anggota keluarganya. Keenam keluarga itu telah dimintai keterangan polisi untuk memudahkan pencarian. Keluarga khawatir mereka menjadi korban kejahatan," kata Rakhmad.

Ali Mahfud (44) warga Desa Wedi, Kecamatan Kapas, menyatakan kehilangan anak kandungnya bernama Mirda Nur Azizah (14) yang sudah dua minggu ini tidak pulang. Mirda lulusan MTs Hidayatul Mubtadiin, Desa Wedi, mempunyai ciri selalu memakai pakaian muslim, saat pergi mengendarai sepeda, serta mempunyai keterbelakangan mental.

Jarmi (34), asal Desa Penganten, Kecamatan Balen, melaporkan kehilangan anaknya Windihayu (15) sejak 2 Februari lalu. Terakhir anaknya pamit akan menjenguk temannya yang sakit di Bojonegoro.

Lainnya, Suwardi, warga Desa Bogo, Kecamatan Kapas, melaporkan kehilangan anaknya Luluk Alwi. Informasi terakhir, anaknya bekerja di Rungkut, Surabaya, tetapi tidak jelas alamatnya.

Yusuf (32) warga Dusun Pinggir, Desa Semen Pinggir, RT 08 RW 01 Kecamatan Kapas melaporkan kehilangan istrinya, Wiji Rahayu (30). Ciri cirinya tinggi 150 sentimeter, kulit sawo matang, rambut lurus, dan bekerja di perusahaan rokok Desa Kalianyar, Kecamatan Kapas.

Selain itu, Suyanto, warga Jalan HOS Cokroaminoto mengaku kehilangan anaknya yang bekerja keluar kota tanpa pamit pada 3 Maret lalu. Mulyono, warga Sumberrejo juga mengaku kehilangan istrinya sejak sebulan lalu yang diduga mengalami depresi.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau