China

Pemerintah Tangkap Pendukung Chen

Kompas.com - 30/04/2012, 04:58 WIB

Beijing, Minggu - Otoritas keamanan China menangkap aktivis dan kritikus pemerintah Hu Jia terkait kaburnya pengacara Chen Guangcheng dari tahanan rumah. Penyelidikan dilakukan terhadap orang-orang yang dianggap membantu lolosnya Chen, yang kabarnya berada dalam ”perlindungan” Amerika Serikat.

Hu ditangkap hanya beberapa jam setelah mengatakan pada AFP bahwa dia yakin Chen aman dalam Kedutaan Besar AS di Beijing. Istri Hu, Zeng Jinyan, mengumumkan lewat jejaring sosial Twitter, Sabtu (28/4) malam, bahwa suaminya telah dibawa oleh pihak berwenang.

Chen, pengacara otodidak yang tunanetra, meloloskan diri dari tahanan rumah yang diawasi puluhan penjaga pada 22 April dengan bantuan pendukung-pendukungnya. Dia kemudian menyebarkan video yang mengungkapkan penyiksaan terhadap dia dan keluarganya.

China Aid, kelompok yang dikelola mantan aktivis demokrasi Lapangan Tiananmen, Bob Fu, mengatakan pada Sabtu, mereka mendengar dari sumber yang mengetahui situasi Chen Guangcheng bahwa aktivis itu kini ”di bawah perlindungan AS”.

Zeng Jinyan dalam akun Twitter-nya menulis, ”Orang-orang dari kepolisian datang untuk mengambil obat antivirus. Penahanan (Hu) diperpanjang menjadi 24 jam. Saya bertanya di mana Hu Jia akan tidur, mereka mengatakan di sebuah kursi”. Tidak jelas obat antivirus yang dimaksud itu untuk apa.

Hari Minggu, Zeng mengatakan petugas keamanan negara menghubunginya lagi, ”Meminta untuk berbicara hari ini dengan saya.”

AFP menelepon kantor polisi yang diyakini sebagai tempat Hu ditahan. Namun, para petugas mengatakan mereka tidak tahu di mana dia berada.

Hu Jia, aktivis pembela hak asasi manusia, penderita AIDS, dan aktivis lingkungan hidup, dibebaskan pada Juni 2011 setelah lebih dari tiga bulan ditahan karena percobaan subversi.

Penahanan Hu, yang mengatakan telah bertemu dengan Chen setelah meloloskan diri itu, adalah tindakan paling akhir pihak keamanan menyusul kaburnya Chen. Kelompok HAM sebelumnya mengatakan, saudara laki-laki Chen, Chen Guangfu, dan putra Chen Guangfu, Chen Kegui, ditahan polisi setelah dikonfrontasi Jumat dini hari.

Bob Fu sebelumnya mengatakan, He Peirong, salah satu pendukung Chen yang membantu membawanya ke sebuah lokasi aman, ditangkap di rumahnya di kota Nanjing pada Jumat.

Chen (40) menjadi terkenal di dunia karena memaparkan sterilisasi paksa dan aborsi kehamilan tua berdasarkan kebijakan satu anak China. Dia juga menggunakan pengetahuan hukumnya untuk membantu rakyat menghadapi berbagai ketidakadilan.

Dia dan keluarganya dikenai tahanan rumah setelah menyelesaikan masa hukuman empat tahun penjara pada September 2010.

Tetangga Chen, penduduk Desa Dongshigu, Provinsi Sandong, China timur, menyatakan ketidakpercayaan bahwa pria buta itu bisa lolos dari keamanan yang begitu ketat. Setelah pelarian dirinya yang berani itu, Chen merekam sebuah video yang secara langsung ditujukan kepada Perdana Menteri Wen Jiabao. Dalam video itu, dia menyerang pejabat Partai Komunis lokal dengan menyebut nama dan mengecam pemerintah atas perlakuan mereka terhadap dia dan keluarganya.

China Aid mengatakan dalam sebuah pernyataan pada Sabtu, pembicaraan tingkat tinggi sedang berlangsung antara para pejabat AS dan China mengenai status Chen. Mereka juga mengimbau AS untuk menjamin keamanan aktivis itu dan keluarganya. AS sampai saat ini menolak berkomentar mengenai keberadaan Chen. (AFP/DI)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau