Muntasir Siap Dipecat dari Golkar

Kompas.com - 30/04/2012, 14:20 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPR) Tingkat II Partai Golkar Banda Aceh Muntasir Hamid menyatakan siap dipecat dari Partai Golkar atas penolakannya terhadap penetapan Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie sebagai calon presiden tunggal dari partai berlambang pohon beringin itu dalam Pemilu 2014. Hal ini ia ungkapkan setelah sejumlah elite politik di Golkar mengecam keras penolakan Muntasir.

"Dalam perjuangan politik berkali-kali kita bisa mati. Dalam politik hari ini dipecat, hari ini mati, besok hidup lagi. Saya siap terima konsekuensi apa pun," ujar Muntasir di Jakarta, Senin (30/4/2012).

Menurutnya, Aburizal salah jika menyangka hanya Muntasir yang memberontak terkait pencalonan tunggal itu. Sejumlah orang, kata dia, juga mendukung langkahnya untuk menolak Aburizal sebagai calon tunggal.

"Ada yang lain, tapi mereka takut. Biar saya saja yang bicara dulu. Aceh Utara juga banyak. Teman-teman jangan takutlah," tuturnya.

Ia enggan menjawab ketika ditanya kemungkinan ia akan pindah ke partai lain jika benar dipecat. "Janganlah bilang itu (pindah partai). Sudah banyak yang tawar. Tapi kita perjuangkan Partai Golkar ini menjadi lebih baik. Nanti kalau sudah terjadi tsunami di Golkar, baru mau tidak mau menyelamatkan diri," tandasnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau