Korban Bus Terbakar Sulit Dikenali

Kompas.com - 01/05/2012, 14:22 WIB

PAYAKUMBUH, KOMPAS.com — Direktur RSUD Adnand WD Payakumbuh, Sumatera Barat, Herijon, menyatakan, jumlah korban meninggal terbakarnya bus PO Yanti Group di Jorong Ulu Aia, Nagari Aia Putiah, Kecamatan Harau, Kabupaten Limapuluh Kota Km 24, Selasa (1/5/2012), subuh berjumlah 13 orang.

"Awalnya kita dapat informasi korban tewas 14 orang, tapi sesampainya di rumah sakit dan didata, jumlah korban tewas akibat bus terbakar tersebut 13 orang," katanya, di Payakumbuh.

Dia merinci, ke-13 korban tewas itu masing-masing tiga orang laki-laki dewasa, lima orang perempuan dewasa, tiga orang anak laki-laki, satu orang anak perempuan, dan seorang bayi perempuan. "Seluruh korban tewas hangus tidak dapat dikenali," katanya.

Dia menambahkan, selain korban tewas, RSUD Payakumbuh juga merawat 10 korban yang luka-luka. "Setelah diperiksa, empat orang saat ini masih dirawat, dan enam orang sudah diperbolehkan pulang," katanya.

Selain RSUD Adnand WD, dua orang penumpang juga masih dirawat di RS Yarsi Payakumbuh.

Sementara itu, sekitar 16 orang masih berada di Polres Limapuluh Kota untuk dimintai keterangan, termasuk sopir Ynd (31) dan kondektur Hsd (26).

Kapolres Kabupaten Limapuluh Kota Ajun Komisaris Besar Partomo Iriananto mengatakan, bus PO Yanti BA 3653 L berangkat dari Dumai sekitar pukul 20.00 WIB dengan jumlah penumpang, sopir, dan kondektur sebanyak 48 orang.

"Diduga penyebab kebakaran adanya korsleting di bagian depan bus dan mengeluarkan api," katanya.

Saat kejadian sekitar pukul 04.30 WIB, sopir dan kondektur lebih dahulu menyelamatkan diri dari pintu depan.

Saat penumpang menyadari terjadi kebakaran, api di bagian depan bus sudah menyala cukup besar hingga penumpang berdesakan ke pintu belakang.

Malangnya, pintu belakang ternyata dalam keadaan rusak dan terhambat oleh barang yang ditumpuk. Akibatnya, banyak korban yang tewas di arah pintu belakang tersebut.

"Korban selamat diduga keluar dari jendela bus yang dipecahkan dari dalam," katanya.

Hingga Selasa siang, puluhan keluarga korban mendatangi RSUD Payakumbuh untuk mendapatkan kepastian tentang nasib keluarga mereka yang naik bus PO Yanti tersebut.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau