Tak Akan Ada Lagi Kerja Paksa di Myanmar

Kompas.com - 01/05/2012, 15:36 WIB

YANGON, KOMPAS.com - Presiden Myanmar U Thein Sein menekankan penghapusan kerja paksa di negara itu, dan mengatakan bahwa langkah tersebut telah dipercepat.

"Pemerintah terpilih kami telah berkantor selama lebih dari setahun dan sudah saatnya kita harus menghapuskan segala bentuk kerja paksa, dan untuk semua peningkatan prinsip-prinsip keadilan, kebebasan, kesetaraan dalam serikat secara lestari," kata Thein Sein dalam pesan menyambut Hari Buruh Internasional, Selasa (1/5/2012).

Ia mengatakan, Organisasi Buruh Internasional (ILO) dan pemerintah Myanmar telah meluncurkan strategi bersama untuk penghapusan mutlak kerja paksa di Myanmar pada tahun 2015.

Memperhatikan bahwa Myanmar sedang melaksanakan pembangunan pedesaan dan tugas pengentasan kemiskinan di bawah delapan program kerja, ia menyerukan upaya untuk mewujudkan tujuan itu dengan memastikan aliran cepat investasi domestik dan asing ke negara tersebut.

Karena jumlah pabrik, kawasan industri, zona ekonomi khusus, usaha kecil dan menengah serta bisnis regional yang meningkat, pasar tenaga kerja yang dapat menciptakan kesempatan kerja dan membangun profesi berkelanjutan hendaknya bersatu, katanya.

Dia menambahkan bahwa kebijakan peningkatan efisiensi kerja juga telah diadopsi karena sangat penting bagi produktivitas suatu negara.

Dia menekankan bahwa pemerintah saat ini fokus pada menjamin hak-hak berdasarkan keadilan sosial bagi seluruh pekerja, karena pemerintah telah memungkinkan pembentukan organisasi buruh independen untuk melindungi hak-hak para pekerja dan untuk mendorong hubungan yang lebih baik antara pekerja dan pengusaha .

Ia juga mengungkapkan undang-undang keamanan sosial baru meliputi berbagai manfaat sosial telah dirancang.

Dia mendesak semua pekerja dan organisasi, pengusaha agar bekerja sama dengan pemerintah dalam kesatuan untuk membangun bangsa yang modern, demokratis maju dengan tekad yang kuat.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau