Demokrat Desak KPK Segera Tuntaskan Hambalang

Kompas.com - 01/05/2012, 17:49 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Partai Demokrat mendesak agar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) segera menuntaskan kasus dugaan korupsi proyek pembangunan kompleks olahraga terpadu di Hambalang, Bogor, Jawa Barat. Pasalnya, kasus itu dinilai telah menyandera Partai Demokrat.

"Kami harapkan, tolong KPK jangan sandera kami. Bekerja lah secepat-cepatnya," kata Ketua DPP Partai Demokrat (PD) Ruhut Sitompul ketika dihubungi, Selasa (1/5/2012).

Ruhut dimintai tanggapan keyakinan KPK bahwa Anas terlibat proyek Hambalang. Keyakinan itu jika mengacu pada pengakuan anggota Komisi II DPR dari Fraksi Partai Demokrat, Ignatius Mulyono, bahwa dia diperintah Anas ikut membereskan sertifikat tanah untuk proyek Hambalang.

"Kan, sudah ada keterangan kalau Ignatius Mulyono disuruh Anas menyelesaikan sertifikat tanah untuk Hambalang," kata Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto.

Ruhut mengatakan, pihaknya menghormati apa pun keputusan KPK. Namun, segala keputusan KPK nantinya harus mengacu pada bukti yang ada. Pihaknya tak akan mengintervensi proses hukum itu.

Dikatakan Ruhut, pihaknya tetap akan menjalankan aturan partai yakni memberhentikan dari jabatan di partai jika ada kader yang terlibat kasus korupsi. Tak terkecuali jabatan ketua umum. "Kita tidak lihat jabatan. Siapa pun kalau ada bukti hukum," kata anggota Komisi III itu.

Ketua DPP Partai Demokrat lainnya, Sutan Bhatoegana mengatakan, "Kita serahkan saja kepada KPK. Apa pun konsekuensi terhadap individu adalah tanggung jawab masing-masing."

Sebelumnya, tim pengacara Anas dan istrinya, Athiyyah, menyakini bahwa kliennya tidak akan terjerat dalam kasus Hambalang. "Kalau secara hukum, baik Ibu Athiyyah dan Mas Anas, saya tak khawatir. Yang kita sering ngurut dada itu peradilan opini," kata Patra M Zen, salah satu pengacara Anas.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau