MAKASSAR, KOMPAS.com - Oknum penyidik Polrestabes Makassar, Brigadir Muis terancam dipecat dari kesatuan karena melakukan penyiksaan terhadap seorang tersangka pengedar uang palsu, Kurniawan Yusuf yang juga merupakan mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Makassar (STIEM) hingga jari kakinya patah. Ancaman pemecatan ini diungkapkan Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Sulsel, Kombes Pol Chevy Ahmad Sopari kepada KOMPAS.com, Selasa (01/05/2012) siang.
Menurutnya, tindakan yang dilakukan Brigadir Muis sangatlah keterlaluan hingga mengakibatkan jari kaki tersangka patah. Terlebih lagi dilakukan saat pemeriksaan di ruang penyidik Polrestabes Makassar.
"Kasus polisi yang menyiksa tersangka uang palsu ditangani sekarang oleh Propam Polda Sulsel. Kami serius mengusut kasus ini hingga tuntas, sebab bisa merusak citra kepolisian. Tidak selayaknya polisi melakukan penyiksaan, apalagi dilakukan di markas. Apapun itu alasannya, tetap sudah bersalah dan kita sudah tahan Brigadir Muis dan sementara penyidikan tindak pidananya terus diusut," tegas Chevy.
Sementara itu, kondisi Kurniawan sudah mulai pulih dan kini kembali menjalani pemeriksaan di unit 3 Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Makassar. Kurniawan pun kembali dijebloskan ke penjara, setelah ditetapkan sebagai tersangka pengedar uang palsu oleh polisi.
Sebelumnya telah dikabarkan KOMPAS.com, Kurniawan Yusuf adalah mahasiswa Fakultas Managemen Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Makassar (STIEM) sempat menjalani operasi di RS Bhayangkara karena jari kakinya patah diinjak Brigadir Muis saat pemeriksaan berlangsung di Mapolrestabes Makassar, Jumat (20/04/2012) malam.
Selama pemeriksaan berlangsung, Kurniawan sering mendapat perlakuan kasar karena keterangannya dianggap berbelit-belit. Kurniawan diperiksa sebagai tersangka penyebar uang palsu di Makassar dan tertangkap oleh polis, Kamis (19/04/2012) di depan Universitas Islam Negeri (UIN) Jl Sultan Alauddin. Dari tangan tersangka, polisi menyita tiga lembar uang palsu pecahan Rp 50 ribu.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang