Lapas Lowokwaru "Overload", 250 Napi Narkoba Dipindah

Kompas.com - 01/05/2012, 19:34 WIB

MALANG, KOMPAS.com - Akibat overload alias kelebihan muatan, sebanyak 250 napi kasus narkoba yang menghuni Lembaga Pemasyarakatan Klas IA Lowokwaru, Malang, Jawa Timur, dipindah ke tiga blok yang baru dibangun oleh Lapas Lowokwaru.

Pemindahan tersebut menyusul, jumlah warga binaan yang sudah melebihi kapasitas di blok yang ada.

Selama ini, jumlah blok yang ada di Lapas Lowokwaru berjumlah 22 blok yang dihuni 1.879 warga binaan. Saat ini, jumlah blok sudah ditambah tiga dengan kapasitas 400-an orang di masing-masing blok.

"Sebanyak 250 napi itu sudah dipindah ke tiga blok yang baru selesai kita bangun," kata Kepala Lapas Lowokwaru Kelas 1A, Malang, Joko Wibowo, Selasa (1/5/2012).

Menurut Joko yang mulai pekan depan bakal menjabat sebagai Direktur Infokom Dirjen Lapas itu, pemindahan 250 napi ke blok yang baru itu sudah bisa mengurangi kelebihan kapasitas Lapas Lowokwaru.

"Karena selama ini jumlah penghuni di Lapas Lowokwaru memang didominasi oleh napi dari kasus narkoba dengan total 429 orang, sehingga memang diperlukan penambahan blok baru," katanya.

Dengan pemindahan tersebut, jelas Joko, saat ini lapas sudah bisa mengurangi jumlah penghuni di blok narkoba yang memang menduduki peringkat pertama yang menghuni Lapas Lowokwaru.

"Saat ini sudah tidak overload lagi," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau