Justin Bieber: Indonesia, I See You. I Love U...

Kompas.com - 02/05/2012, 10:12 WIB

LOS ANGELES, KOMPAS.com — Penyanyi asal Kanada, Justin Bieber, akhirnya bersuara menyusul kontroversi yang ditimbulkannya setelah menyebut Indonesia sebagai negara random.

Secara harfiah, random memiliki definisi "acak" dan oleh penutur Inggris digunakan untuk mendeskripsikan sesuatu yang tidak memiliki signifikansi atau "tidak jelas".
 
Bieber mengeluarkan pernyataan itu saat peluncuran album barunya di London, Inggris, pekan lalu dan langsung mendapat reaksi keras di Indonesia, termasuk kecaman hingga aksi boikot lagu-lagu Bieber di radio.

Beberapa saat lalu, penyanyi berusia 18 tahun itu akhirnya menyikapi isu tersebut di akun Twitter-nya.

"one rumor i wont stand for is saying what me and my fans have isnt real. Indonesia I see you. i love u. I love ALL MY FANS. (gosip yang tidak bisa aku biarkan adalah bahwa apa yang aku dan para penggemarku miliki bukan hal yang sejati. Indonesia aku lihat kamu. aku cinta kamu. aku cinta SEMUA PENGGEMARKU)," tulis Bieber.

April tahun lalu, Justin Bieber sempat menggelar konser di Sentul, Bogor. Konsernya sendiri berjalan cukup sukses.

Dalam kesempatannya di Indonesia, ia merekam sebuah single berjudul  "Be Alright" untuk album barunya, tetapi ternyata proses rekaman itu tidak berjalan seperti yang diinginkannya.

"Saya berada di satu negara yang random," kata Bieber kepada Reggie Yates dari The Voice UK, seperti dilansir harian Mirror. Manajernya, Scott "Scooter" Braun, menyela dan mengatakan, "Indonesia."

"Saya merekamnya di sebuah studio," lanjut Bieber. "Tempatnya kecil. Mereka tidak tahu apa yang mereka lakukan."

Sebuah radio anak muda di Medan, Sumatera Utara, Kiss 105 FM memboikot lagu-lagu Bieber.

Televisi setempat hari ini menyiarkan gambar sekelompok Belieber yang menghapus file lagu-lagu Bieber dari telepon seluler dan tidak lagi mengikutinya di Twitter.

Namun, bagi sebagian besar Belieber di Indonesia, klarifikasi sang idola cukup untuk menenangkan mereka.

Mereka mengucapkan terima kasih atas penjelasan itu dan meminta agar orang-orang berhenti menghujat Bieber.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau