KPK Periksa Staf Wayan Koster

Kompas.com - 02/05/2012, 11:03 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Komisi Pemberantasan Korupsi memeriksa staf anggota Dewan Perwakilan Rakyat, I Wayan Koster yang bernama Budi Supriyatna, Rabu (2/5/2012). Budi dimintai keterangan sebagai saksi untuk Angelina Sondakh, tersangka kasus dugaan suap pembahasan anggaran Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) serta Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas).

"Yang bersangkutan dimintai keterangan sebagai saksi AS (Angelina Sondakh)," kata Kepala Bagian pemberitaan dan Informasi KPK, Priharsa Nugraha, Rabu.

Budi diketahui tiba di gedung KPK, Jakarta, sekitar pukul 08.30 WIB. Budi dianggap tahu seputar penerimaan uang oleh Angelina Sondakh.

Dalam persidangan kasus suap wisma atlet SEA Games, saksi Luthfi, sopir Yulianis, mengaku pernah mengantar uang ke ruangan Koster di lantai enam gedung DPR, Senayan Jakarta sekitar Mei 2010. Uang miliaran rupiah yang dibungkus kardus printer itu, kata Luthfi, diterima staf Koster.

Ihwal penerimaan uang ini dibantah Koster. Politikus PDI-Perjuangan itu mengaku telah mengkonfirmasi informasi tersebut ke stafnya, Budi Supriyatna. Budi, kata Koster, mengaku tidak ada orang yang menyerahkan uang ke ruangan Koster.

Dalam kasus dugaan suap Kemenpora dan Kemendiknas, Angelina atau Angie diduga menerima pemberian atau janji terkait penganggaran proyek di dua kementerian itu. Belum diketahui persis nilai uang yang diduga diterima Angelina.

Saksi dalam persidangan Nazaruddin menyebut Angelina dan Koster menerima Rp 2 miliar dan Rp 3 miliar dari Grup Permai. KPK menemukan 16 aliran dana ke Angelina terkait dua proyek tersebut yang nilainya miliaran rupiah dalam bentuk rupiah maupun dollar AS.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau