Dikritik Jusuf Kalla, Foke Minta Klarifikasi

Kompas.com - 02/05/2012, 15:03 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Distribusi darah di Jakarta terbilang sangat minim dan lambat, padahal kebutuhan di Jakarta cukup banyak. Sementara tempat distribusi di Jakarta hanya ada satu, yakni di Jalan Kramat.

Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Jusuf Kalla sempat berseloroh bahwa kondisi saat ini tidak lepas dari kesalahan Gubernur DKI Jakarta. Kondisi seperti kemacetan yang terjadi di Jakarta dan rumah sakit yang semakin banyak dan menyebar menjadi salah satu penyebab lambannya distribusi darah ini.

"Selama ini yang membutuhkan darah ke Kramat. Padahal, rumah sakitnya banyak dan jauh-jauh," kata Kalla saat acara donor darah di Senayan City, Jakarta, Rabu (2/5/2012).

Ia menjelaskan, dulu tempat distribusi darah di Kramat hanya melayani empat rumah sakit di sekitarnya, yaitu Rumah Sakit St Carolus, Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Rumah Sakit PGI Cikini, dan RSPAD Gatot Soebroto. Namun, saat ini, hampir semua rumah sakit bertumpu di Kramat.

Menanggapi komentar Jusuf Kalla tersebut, Gubernur DKI Fauzi Bowo meminta mantan Wakil Presiden RI tersebut melakukan klarifikasi. Bahwa kondisi lambannya distribusi darah ini bukan karena kesalahan Gubernur DKI.

"Nanti headline di koran bukan acara donor darah PMI, tetapi JK salahkan Gubernur. Ini harus klarifikasi," ujar Foke, sapaan akrab Fauzi Bowo.

Jusuf Kalla pun menjawab tanggapan tersebut bahwa pernyataannya di awal bukan mengarah ke pribadi Fauzi Bowo, tetapi mengacu kepada para gubernur yang pernah menjabat di Jakarta. "Kalau mau pilkada, jadi sensitif, ya. Ini bukan ke pribadi Fauzi Bowo. Tapi gubernur Jakarta itu, kan, banyak, ya," kata Kalla sambil terkekeh.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau