Sinusitis Tak Akut, Angelina Bisa Kembali ke Rutan KPK

Kompas.com - 02/05/2012, 17:00 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Kondisi kesehatan Angelina Sondakh, tersangka kasus dugaan suap pembahasan anggaran Kementerian Pemuda dan Olahraga serta Kementerian Pendidikan Nasional, dipastikan baik-baik saja.

Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi Johan Budi mengatakan, hasil pemeriksaan dokter rumah sakit spesialis telinga, hidung, dan tenggorokan (THT) menyatakan, penyakit sinusitis yang diderita Angelina tidak tergolong akut. "Jadi dia (Angelina) bisa dikembalikan ke Rutan KPK," kata Johan di Jakarta, Rabu (2/5/2012).

Selasa (1/5/2012) kemarin, Angie (sapaan Angelina) dibawa ke Rumah Sakit Perhati, Jalan Proklamasi, Jakarta, karena penyakit sinusitisnya kambuh. Berdasarkan hasil pemeriksaan dokter Rutan KPK kemarin, Angie harus dirujuk ke rumah sakit spesialis THT. Johan mengatakan bahwa Angie memang memiliki riwayat sakit sinusitis.

Secara terpisah, pengacara Angelina, Teuku Nasrullah, mengatakan bahwa kliennya masih harus beberapa kali berobat ke dokter. "Kemarin Angie dibawa ke dokter THT, disedot nanah di sinus, itu banyak nanah. Dokter mengatakan, dia harus berobat ulang, harus beberapa kali diterapi kembali," kata Nasrullah.

KPK menahan Angelina di Rutan KPK yang berlokasi di basement gedung KPK, Jalan Rasuna Said, Jakarta, sejak Jumat (27/4/2012). Angelina selaku anggota Badan Anggaran DPR diduga menerima pemberian atau janji terkait penganggaran proyek di dua kementerian tersebut. KPK menemukan 16 aliran dana ke Angelina yang nilainya mencapai miliaran rupiah.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau