Jika Pilkada Hari ini, Hidayat-Didik Pemenangnya

Kompas.com - 02/05/2012, 21:03 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Pasangan Hidayat Nur Wahid -Didik J. Rachbini memiliki peluang terbesar untuk memenangkan Pemilukada DKI Jakarta jika dilaksanakan hari ini.

Hasil survei terakhir yang dirilis Laboratorium FISIP Universitas Nasional bersama Madani Institute menunjukkan pasangan yang diusung PKS ini memiliki tingkat keterpilihan (elektabilitas) tertinggi.

"Selain terpilih sebagai yang paling populer, Hidayat-Didik juga berhasil mendapat persentase dukungan terbesar dari sisi elektabilitas," kata Firdaus Syam, ketua Tim Peneliti UNAS-Madani Institute dalam paparan hasil survei di Blok III Kampus UNAS, Pejaten, Jakarta Selatan, Rabu (2/5/2012).

Hasil survei UNAS-Madani Institute ini cukup berbeda dengan dua hasil survei sebelumnya yang menempatkan pasangan Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli di posisi teratas.

Dalam survei kali ini, Foke-Nara tidak saja berhasil dilampaui Hidayat-Didik, tapi juga oleh pasangan yang diusung PDIP-Gerindra Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama.

Pasangan Hidayat-Didik berhasil mengumpulkan 35,9 persen dukungan dari 1006 responden yang menjawabi angket yang diberikan tim survei. Pasangan Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama menduduki peringkat kedua dengan 26,3 persen, unggul tipis atas pasangan Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli yang meraup 26 persen dukungan responden.

Yang mengherankan, pasangan yang diusung Partai Golkar Alex Noerdin-Nono Sampono justru terpuruk diurutan ke-5 dari enam pasangan bakal calon Gubernur DKI Jakarta. Alex-Nono tertinggal jauh dari pasangan lain dari jalur parpol dengan hanya meraih 3,8 persen dukungan.

Alex-Nono bahkan berada di bawah pasangan Faisal Basri-Biem Benjamin yang mendapatkan 5,1 persen dukungan. Sedangkan yang duduk di peringkat terbawah, masih sama seperti hasil survei LSI, yakni pasangan dari jalur perseorangan Hendardji Soepandji-Ahmad Riza Patria.

Survei ini dilakukan atas responden yang bermukim di keenam wilayah provinsi DKI Jakarta, termasuk Kepulauan Seribu, dalam periode 21-28 April 2012. Semua responden adalah warga yang telah memiliki hak pilih.

Dukungan terbesar diperoleh Hidayat-Didik dari warga yang bermukim di wilayah Jakarta Barat. Selain itu, dua anggota DPR RI ini juga unggul di wilayah Jakarta Timur dan Kepulauan Seribu dalam survei yang menggunakan teknik stratified random sampling ini.

Foke-Nara memperoleh dukungan yang relatif merata di tiga wilayah, yaitu Jakarta Pusat, Jaktim, dan Jaksel. Sedangkan suara dukungan bagi Jokowi datang dari wilayah Jakut.

Dari paparan awal tim survei terungkap bahwa tingkat popularitas Hidayat-Didik telah unggul tipis atas pasangan Foke-Nara. Pasangan dukungan PKS ini berada di urutan pertama dengan meraup 32,20 persen suara responden, sedangkan pasangan Foke-Nara berada di posisi kedua dengan 30,90 persen.

Urutan ketiga ditempati pasangan Jokowi-Ahok dengan 28,20 persen. Sementara itu, tiga pasangan lain tertinggal cukup jauh dengan urutan, Alex-Nono 4,40 persen, Faisal-Biem 3,70 persen, dan Hendardji-Riza 0,60 persen.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau