Pengadaan pangan

Serapan Bulog Jatim Meningkat

Kompas.com - 03/05/2012, 12:08 WIB

SURABAYA, KOMPAS.com - Penyerapan gabah petani oleh Bulog Divre Jawa Timur terus meningkat. Selama musim panen hingga awal Mei sudah berhasil menyerap sekitar 432.461 ton. Padahal penyerapan sepanjang tahun 2011 sebanyak 411.000 ton .

Asisten Ekonomi Pembangunan Pemerintah Provinsi Jatim, Hadi Prasetyo mengungkapkan hal itu pada Rapat Koordinasi dan Penandatanganan kerjasama Pengadaan Gabah/Beras Dalam Negeri tahun 2012 di Gedung Perum Bulog Jatim, Surabaya, Kamis (3/5/2012). Saat ini Jawa Tengah saja, baru berhasil menyerap sekitar 365.000 ton sepanjang musim panen subround I/2012.

Hadi mengatakan, pada 2012, produksi beras Jatim diperkirakan mencapai 8 juta ton. Sementara target pengadaan beras Bulog Divre Jatim sebesar 1 juta ton. Jadi Bulog wajib melakukan sekitar 10 persen hingga 15 persen dari total produksi.

Kepal a Dinas Pertanian Jatim, Eko Wibowo mengatakan, program kerja sama antara Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) dengan Perum Bulog sudah dilakukan di beberapa kabupaten/kota dengan Sub Divre Bulog di wilayah Jatim.

Menu rut Ketua Gapoktan Jatim Sumrambah Keterlibatan gabungan kelompok tani dalam menyerap gabah hasil panen cukup signifikan. Khusus untuk wilayah Surabaya Selatan dengan target penyerapan sebanyak 129.000 ton, hingga April 2012, Gapoktan sudah memberikan kontribusi sekitar 3.430 ton.

Kontribusi Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Jatim menurut Ketua Gapoktan Jatim Sumrambah cukup besar, karena baru tahun ini penyerapan gabah melibatkan Gapoktan. "Paling penting syarat keterlibatan Gapoktan diminimalisir, sehingga pembelian gabah dari petani bisa memenuhi target," katanya.

Menurut dia, agar penyerapan oleh Gapoktan makin besar, Pemerintah Provinsi Jatim perlu member i jatah sekitar 10 persen dari target setiap tahun. Jika tahun 2012, target penyerapan oleh Bulog Divre Jatim sebanyak 1.063.000 ton setara beras, maka jatah Gapoktan minimal 100.000 ton.

Dari jatah sekitar 100.000 ton untuk Gapoktan kata Sumrambah, petani di Jatim bisa menikmati hasil pembelian gabah pada musim panen ini sekitar Rp 15 miliar hingga Rp 20 miliar.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau