AS Desak China Perkuat Nilai Tukar Yuan

Kompas.com - 03/05/2012, 15:32 WIB

Menteri Keuangan Amerika Serikat Timothy Geithner mendesak China agar membiarkan nilai tukar mata uang yuan menguat. Selain itu, Geithner juga meminta China terus mendorong reformasi ekonomi yang menurut dia sangat penting bagi pemulihan perekonomian global.

Pemerintah Amerika Serikat sudah lama menuding China dengan sengaja memaksa nilai tukar yuan rendah terhadap dolar demi mendongkrak ekspor yang berujung pada surplus perdagangan sangat besar dengan Amerika Serikat.

Geithner mengatakan mata uang yuan sudah menyesuaikan diri terhadap dolar sebanyak 13 persen dalam dua tahun belakangan ini. Namun dia mendesak agar nilai tukar yuan terus menguat.

"Dengan nilai tukar mata uang yang lebih kuat dan lebih diterima pasar akan membantu China memperkuat reformasi ekonominya," kata Geithner. Geithner menambahkan China harus terus maju dengan reformasi ekonominya termasuk memungkinkan lebih banyak kompetisi asing di pasar negeri itu yang diawasi sangat ketat oleh pemerintah.

"Kita bertemu di saat ekonomi global tengah dilanda krisis dan tantangan. Dan negara kita menghadapi tantangan ekonomi yang patut diperhatikan di dalam negeri," ujar Geithner. "Amerika Serikat memiliki kepentingan besar terkait kesuksesan reformasi ekonomi China, sebagaimana di bagian lain dunia," tegasnya.

Reformasi ekonomi yang dimaksud termasuk mengandalkan lebih banyak konsumsi dalam negeri ketimbang ekspor, memberi peran lebih besar untuk perusahaan swasta dari perusahaan pemerintah dan modernisasi sistem keuangan.

Tolak politisasi

Sementara itu Wakil Perdana Menteri China, Wang Qishan, yang memimpin pembicaraan dengan delegasi Amerika Serikat menegaskan negerinya sudah membuat banyak kemajuan dan meminta AS tidak mempolitisasi isu-isu ekonomi.

Lebih jauh Wang Qishan mengatakan China sudah meningkatkan perlindungan atas hak-hak intelektual, yang merupakan hal kunci hubungan kedua negara. "Kami harap AS akan melonggarkan kontrol atas ekspor komoditi berbasis teknologi tinggi ke China, mengembangkan kerja sama infrastruktur, meningkatkan akses pasar finansial dan menghindari politisasi isu-isu ekonomi," kata Wang.

Wang tidak langsung menanggapi isu nilai tukar mata uang namun mengatakan China sudah memperbanyak impor untuk menciptakan keseimbangan perdagangan.

Terkait nilai tukar mata uang yuan, pemerintah China mengatakan nilai tukar yuan bergerak secara bertahap untuk menciptakan nilai tukar yang fleksibel.

Namun sejumlah analis mengatakan Beijing tak berupaya cukup keras membuat mata uangnya menguat yang akan membuat surplus perdagangan China berkurang. "Nilai tukar yuan sudah mencapai titik seimbang, sehingga tidak memiliki landasan yang cukup untuk menjadi lebih kuat," kata analis ekonomi Bank Industri China, Lu Zhengwei.

Amerika Serikat, kata Zhengwei, harus mengubah fokusnya dari penguatan nilai tukar ke pergerakan gradual yuan untuk membuat mata uang China ini bergerak lebih bebas.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau