Menteri Keuangan Amerika Serikat Timothy Geithner mendesak China agar membiarkan nilai tukar mata uang yuan menguat. Selain itu, Geithner juga meminta China terus mendorong reformasi ekonomi yang menurut dia sangat penting bagi pemulihan perekonomian global.
Pemerintah Amerika Serikat sudah lama menuding China dengan sengaja memaksa nilai tukar yuan rendah terhadap dolar demi mendongkrak ekspor yang berujung pada surplus perdagangan sangat besar dengan Amerika Serikat.
Geithner mengatakan mata uang yuan sudah menyesuaikan diri terhadap dolar sebanyak 13 persen dalam dua tahun belakangan ini. Namun dia mendesak agar nilai tukar yuan terus menguat.
"Dengan nilai tukar mata uang yang lebih kuat dan lebih diterima pasar akan membantu China memperkuat reformasi ekonominya," kata Geithner. Geithner menambahkan China harus terus maju dengan reformasi ekonominya termasuk memungkinkan lebih banyak kompetisi asing di pasar negeri itu yang diawasi sangat ketat oleh pemerintah.
"Kita bertemu di saat ekonomi global tengah dilanda krisis dan tantangan. Dan negara kita menghadapi tantangan ekonomi yang patut diperhatikan di dalam negeri," ujar Geithner. "Amerika Serikat memiliki kepentingan besar terkait kesuksesan reformasi ekonomi China, sebagaimana di bagian lain dunia," tegasnya.
Reformasi ekonomi yang dimaksud termasuk mengandalkan lebih banyak konsumsi dalam negeri ketimbang ekspor, memberi peran lebih besar untuk perusahaan swasta dari perusahaan pemerintah dan modernisasi sistem keuangan.
Tolak politisasi
Sementara itu Wakil Perdana Menteri China, Wang Qishan, yang memimpin pembicaraan dengan delegasi Amerika Serikat menegaskan negerinya sudah membuat banyak kemajuan dan meminta AS tidak mempolitisasi isu-isu ekonomi.
Lebih jauh Wang Qishan mengatakan China sudah meningkatkan perlindungan atas hak-hak intelektual, yang merupakan hal kunci hubungan kedua negara. "Kami harap AS akan melonggarkan kontrol atas ekspor komoditi berbasis teknologi tinggi ke China, mengembangkan kerja sama infrastruktur, meningkatkan akses pasar finansial dan menghindari politisasi isu-isu ekonomi," kata Wang.
Wang tidak langsung menanggapi isu nilai tukar mata uang namun mengatakan China sudah memperbanyak impor untuk menciptakan keseimbangan perdagangan.
Terkait nilai tukar mata uang yuan, pemerintah China mengatakan nilai tukar yuan bergerak secara bertahap untuk menciptakan nilai tukar yang fleksibel.
Namun sejumlah analis mengatakan Beijing tak berupaya cukup keras membuat mata uangnya menguat yang akan membuat surplus perdagangan China berkurang. "Nilai tukar yuan sudah mencapai titik seimbang, sehingga tidak memiliki landasan yang cukup untuk menjadi lebih kuat," kata analis ekonomi Bank Industri China, Lu Zhengwei.
Amerika Serikat, kata Zhengwei, harus mengubah fokusnya dari penguatan nilai tukar ke pergerakan gradual yuan untuk membuat mata uang China ini bergerak lebih bebas.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang