Didik Rachbini: Sekarang Tertinggi tapi Kami Tidak Lengah

Kompas.com - 03/05/2012, 21:36 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Bakal calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Didik J. Rachbini tidak ingin jumawa menanggapi hasil survei terakhir yang menempatkan Hidayat-Didik di posisi teratas. Menurutnya, waktu persiapan menjelang pilkada masih cukup panjang dan bisa saja terjadi perubahan posisi para pasangan kandidat.

"Walau sekarang jadi yang tertinggi, kami tidak boleh lengah. Pasti akan ada perubahan-perubahan dari pekan ke pekan," kata Didik kepada wartawan di Kampus Pascasarjana Universitas Mercu Buana, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (2/5/2012).

Menurutnya, semua pasangan calon tidak berdiam diri dan pasti akan bekerja keras untuk memenangkan Pilkada DKI Jakarta 2012. Karena itu, ia bersama Hidayat Nurwahid dan tim sukses akan terus memperkuat posisi mereka. Ia mencontohkan pasangan PKS - PAN yang berhasil memenangkan pilkada Jawa Barat pada 2008 lalu.

"Pasangan Ahmad Heryawan-Dede (Yusuf) selalu di posisi ketiga dalam hasil survei. Baru pada pekan-pekan terakhir mereka bisa unggul dan malah menang di Pilkada," contoh Didik.

Direktur Program Pascasarjana Universitas Mercu Buana ini juga menyampaikan kritik terhadap beberapa hasil survei yang terkesan sesuai pesanan. Ia berharap metode ilmiah tidak dimanipulasi untuk kepentingan politik.

"Poling semestinya harus dilaksanakan secara independen. Tapi ada beberapa poling yang dilakukan melanggar kaidah-kaidah ilmiah demi kepentingan politik. Ini yang menyesatkan masyarakat," tegas Didik.

Dalam hasil survei terakhir yang dilansir Laboratorium Fisip Universitas Nasional bersama Madani Institute, kemarin (2/5/2012), Pasangan Hidayat-Didik ditempatkan di posisi teratas calon pemenang Pilkada DKI Jakarta. Hidayat-Didik meraih 35,9 persen suara responden, mengungguli pasangan Jokowi-Ahok yang meraih 26,3 persen dan Foke-Nara dengan 26 persen suara responden. Tiga tempat berikutnya berturut-turut ditempati pasangan Faisal-Biem, Alex-Nono, dan Hendardji-Riza.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau