Titiek Puspa: "God Bless" Fauzi Bowo

Kompas.com - 03/05/2012, 22:24 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Salah satu artis dan penyanyi senior Indonesia, Titiek Puspa, mengapresiasi perkembangan pembangunan Ibu Kota saat ini. Bahkan ia mendoakan incumbent Fauzi Bowo agar dapat terus meneruskan pembangunan di Jakarta lima tahun mendatang.

"Semoga sukses untuk pak Fauzi Bowo. God bless Fauzi Bowo," kata Titiek, saat bertemu Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo untuk menyampaikan rencana pergelaran Drama Musikal "Semut Merah Semut Hitam", di Balaikota, Jakarta, Kamis (3/5/2012).

Ia mengakui selama berpuluh tahun Jakarta terus bertransformasi mengikuti perkembangan jaman. Gubernur yang berganti-ganti telah memberi warna bagi Ibu Kota untuk mampu bersaing dengan kota-kota besar lain di dunia.

"Semakin maju dan modern. Pembangunannya juga baik selama ini," jelas Titiek.

Kendati demikian, ia mengungkapkan bahwa membangun Jakarta memang tidak mudah. Mengingat banyaknya warga Jakarta yang tidak bisa dengan mudah seiring sejalan menjalankan peraturan-peraturan yang ada agar Jakarta dapat nyaman ditinggali.

"Warga Jakarta kan banyak sekali. Kadang susah diatur. Jadi memang tidak mudah. Tapi sejauh ini, saya rasa baik ya," pungkasnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau