Pilih "Built in" atau Siap Pakai? Catat Plus-Minusnya!

Kompas.com - 04/05/2012, 12:46 WIB

KOMPAS.com - Tak lengkap rasanya jika sebuah ruangan tampil kosong tanpa furnitur dan akseseoris yang membuatnya menarik. Furnitur seolah kebutuhan wajib untuk membuat sebuah ruangan menjadi lebih "bernyawa".

Kini memang semakin banyak pilihan furnitur untuk membuat ruangan jadi lebih hidup. Anda menginginkan furnitur built in atau furnitur siap pakai?

Kedua jenis furnitur tersebut tentu memiliki kelebihan dan kekurangan. Kini, tinggal bagaimana kebutuhan ruangan yang Anda inginkan. Simak pembagiannya:

Furnitur built in

Furnitur built in atau custome made adalah perabot yang dirancang dan dibuat sesuai ukuran serta kebutuhan pemakainya. Istilah built-in sering diartikan "perabot tanam".

Furnitur jenis ini banyak dicari karena dua alasan. Pertama, furnitur mampu menjawab kebutuhan ruang yang memiliki ceruk di ruangan. Kedua, bila si pemilik rumah menginginkan model furnitur unik dan tidak pasaran.

Jika tertarik memiliki furniture built-in, Anda harus merancang desainnya terlebih dahulu. Desain perabot tanam umumnya simpel dan praktis, serta diperkaya dengan permainan warna dan bahan. Materi yang kerap dipakai adalah kayu solid, dan juga memungkinkan penggunaan bahan lain seperti kaca, aluminium dan stainless steel.

Sekilas, walaupun tampaknya merepotkan, sebenarnya hal ini adalah langkah praktis Anda untuk memaksimalkan ruang, terutama untuk hunian mungil. Hal ini karena furnitur built in dibuat secara customized, sehingga dapat memanfaatkan setiap ukuran dari sebuah ruangan.

Tidak hanya memaksimalkan ruang, lewat perabot tanam, ruang akan terlihat lebih rapi. Dengan adanya celah pada dinding atau ruang, memungkinkan untuk menjadi area yang tak terjamah untuk dibersihkan, sehingga debu di rumah Anda dapat menumpuk.

Keuntungan lain desain furnitur built in adalah dapat disesuaikan dengan kebutuhan kita. Misalnya, untuk area dapur, kitchen set dapat dibuat sesuai dengan area ruangannya, dan dapat didesain pas dengan ukuran lemari es.

Namun, memesan furnitur built ini memiliki kelemahan jika Anda tidak memiliki kemampuan mendesain, maka memerlukan anggaran lagi untuk meminta bantuan desainer interior. Selain itu, Anda perlu mengetahui bahwa memesan furnitur akan membutuhkan waktu lebih lama serta lebih mahal.

Furnitur siap pakai

Keuntungan membeli furnitur siap pakai atau ready stock adalah praktis. Anda tinggal mendatangi toko furnitur kemudian memilih desain yang sesuai, kemudian berakhir dengan transaksi pembayaran. Sebelumnya, tentu Anda sudah membekali diri dengan mengetahui berapakah ukuran ruang, lalu membeli furnitur dengan ukuran tersebut.

Namun, jangan terjebak membeli furnitur berkesan kecil namun "menipu" ketika sudah terlanjur dibawa pulang. Biasakan membuat lay-out furnitur agar Anda mengetahui jenis, ukuran, serta jumlah furnitur yang dibutuhkan.

Dengan memilih furnitur siap pakai, Anda bisa langsung mencoba kenyamanan furnitur tersebut. Misalnya, sebelum membeli sofa atau meja kursi, cobalah terlebih dulu. Dari situ, Anda akan mengetahui sejauh mana kenyamanannya. Karena sofa atau kursi yang kelihatannya enak dilihat ternyata belum tentu sama hasilnya ketika diduduki.

Furnitur siap pakai biasanya memiliki garansi dalam jangka waktu tertentu yang dapat ditukarkan apabila pembeli menemukan kerusakan. Dengan kelebihan ini, maka Anda tak perlu lama menunggu diperbaiki seperti bila Anda membuat furnitur.

Sayangnya, furnitur siap pakai tersedia berdasarkan desain dari pabrik atau desain interior sehingga pilihan bentuk, warna, dan bahan furniturnya terbatas. Kekurangan ini dapat diatasi dengan melakukan survei terlebih dahulu, atau mencari inspirasi lewat majalah atau internet untuk kemudian menetapkan pilihan di toko furnitur.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau