Pemburu Harta Klaim Temukan "Makam" Osama di Laut

Kompas.com - 04/05/2012, 18:03 WIB

KOMPAS.com — Seorang pemburu harta karun lautan asal Amerika Serikat mengklaim berhasil menemukan lokasi jenazah Osama bin Laden diceburkan ke laut. Dia berencana mendatangi tempat itu karena "tidak memiliki cukup bukti" bahwa pendiri Al Qaeda itu benar-benar sudah meninggal.

Bill Warren menyatakan menemukan lokasi tepat di Laut Arab Utara, di mana AS menceburkan jenazah Osama setahun lalu.

"Saya sudah mengetahui lokasi jenazah itu diceburkan. Cuma saya yang memiliki informasi ini. Letaknya sekitar 200 mil ke arah barat Kota Surat, India," kata lelaki 60 tahun itu, dalam wawancara dengan surat kabar Spanyol, El Mundo.

Warren kini berupaya mencari dana lebih dari 200.000 dollar AS untuk misi penyelaman mencari kantong jenazah Osama.

"Dia (Osama) berada di dasar laut dan tentara-tentara (AS) itu memberinya pemberat," ujarnya.

Warren, yang mengaku menemukan lebih dari 200 bangkai kapal selama kariernya sebagai pemburu harta karun, mengaku menandai lokasi yang dimaksud setelah mempelajari citra satelit yang diperolehnya dari satu sumber di Pentagon.

Penjelajah maritim itu bermaksud memulai misinya mencari jenazah Osama pada Juni mendatang. Dengan penuh percaya diri dia mengatakan mampu menemukannya dalam waktu "kurang dari seminggu".

Kepada surat kabar Spanyol, El Mundo, Warren mengatakan bahwa pencarian itu bisa saja molor hingga tiga bulan. Satu hal yang membuatnya takut adalah dibunuh atau ditenggelamkan oleh Pemerintah AS.

Seperti diketahui, Osama bin Laden dibunuh oleh pasukan komando AS, Navy SEAL, di Abbottabad, Pakistan, pada awal Mei 2011. Jenazahnya tidak dikubur, tetapi diceburkan ke laut dari kapal induk USS Vinson.

Lokasi tepat "kuburan" Osama tidak pernah diungkap oleh Pemerintah AS. Sebagian alasannya adalah untuk mencegah tempat itu dijadikan "tempat keramat" oleh para pendukungnya.

Warren sendiri mengungkapkan keinginan untuk mencari jenazah Osama karena "tidak percaya pada pemerintahan Presiden Barack Obama".

"Kami ingin melakukannya karena kami warga negara Amerika yang patriotis dan merasa bahwa Presiden Obama gagal memberikan kami bukti," katanya, seperti dikutip TMZ setahun silam.

Jika berhasil menemukan jenazah itu, kata Warren, dia akan melakukan tes DNA sendiri untuk memastikan bahwa yang dibunuh oleh pasukan Navy SEAL itu benar-benar Osama bin Laden.

Warren mulai menyelam secara profesional pada 1972 dan mendirikan sejumlah perusahaan pengangkatan bangkai kapal dari dasar laut, begitu yang ditulis di situs web-nya.

Warren saat ini berada di Afganistan. Dia mengaku menjalin kontrak dengan Pemerintah Kabul untuk mengeksplorasi bangkai-bangkai kapal di Laut Kaspia.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau