Limbong: Pemain ISL Punya Kewajiban Sama Bela Timnas

Kompas.com - 04/05/2012, 20:47 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Penanggungjawab tim nasional Indonesia, Bernhard Limbong, menyatakan, PSSI sudah mengakui Indonesia Super League (ISL). Karena itu, Limbong menilai, sudah sepantasnya para pemain ISL mau membela timnas karena hal tersebut adalah kewajiban.

Pernyataan Limbong terkait masalah yang terjadi dalam pemusatan latihan timnas yang digelar di Yogyakarta sejak pertengahan April lalu. Sampai saat ini, belum ada satu pun dari 15 pemain yang bergabung dengan Irfan Bachdim dan kawan-kawan.

"Tentu saja keduanya (ISL dan IPL) memiliki kewajiban yang sama membela timnas," jelas Limbong di kantor PSSI, Jumat (4/5/2012).

Meskipun demikian, Limbong belum berpikir untuk memberikan sanksi jika sampai akhirnya pemain ISL tak ada yang bergabung. "Sanksi sih gampang-gampang saja. Tapi PSSI tidak menginginkan sanksi secara legalitas. Yang kami takutkan sanksi moralitas dari masyarakat," bebernya.

Timnas Indonesia baru sekali melakukan uji coba yakni melawan PPSM Magelang, Kamis (3/5/2012), yang berkesudahan dengan kemenangan Indonesia 8-0. Rencananya, tim besutan Nil Maizar tersebut akan kembali melakoni laga uji coba melawan Universitas Yogyakarta dan timnas U-23.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau